Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Houthi di Bab al-Mandab Tewaskan Tiga Awak Kapal, Satu WNI

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 20.33 WIB
serangan_houthi_di_bab_almandab_tewaskan_tiga_awak_kapal_satu_wni

Tiga anggota awak kapal komersial tewas imbas serangan kelompok Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandab, Selasa (11/8/2026). (Foto: iStockphoto/Mistar)

news_banner

Sana'a, MISTAR.ID - Tiga awak kapal komersial dilaporkan tewas dalam serangan kelompok Houthi Yaman di kawasan Selat Bab al-Mandab, Selasa (11/8/2026). Salah satu korban disebut merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Mengutip laporan Al Jumhuriya TV dilansir Anadolu Agency, tiga awak kapal yang meninggal dunia terdiri atas dua warga negara Pakistan dan satu WNI. Hingga kini, identitas kapal maupun perusahaan pemiliknya belum diungkapkan dalam laporan tersebut.

Selat Bab al-Mandab merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Selat ini berada di antara Yaman di Semenanjung Arab dan wilayah Tanduk Afrika.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Kondisi di sejumlah jalur pelayaran strategis juga menjadi perhatian menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Kelompok Houthi sendiri sebelumnya dikenal kerap melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan Laut Merah. Aksi tersebut telah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko keamanan pelayaran internasional di kawasan tersebut.

Meski laporan mengenai serangan dan korban telah beredar, belum ada pernyataan resmi dari pihak Houthi yang mengonfirmasi insiden tersebut.

Di Indonesia, konfirmasi mengenai kabar korban WNI masih ditunggu. Pihak media telah meminta keterangan kepada Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, namun belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Dengan demikian, identitas WNI yang dilaporkan menjadi korban serta detail mengenai kapal yang diserang masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas terkait.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN