Ubur-Ubur Ganggu Pembangkit Nuklir, Tiga Reaktor Prancis Terpaksa Dimatikan

Pembangkit listrik tenaga nuklir Nogent yang dioperasikan oleh Electricite de France SA (EDF) di Nogent-sur-Seine, Prancis, Selasa (21/12/2021). (Foto: Bloomberg/Cyril Marcilhacy)
Prancis, MISTAR.ID – Gerombolan ubur-ubur kembali mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis. Tiga unit reaktor milik perusahaan energi nasional Prancis, Electricite de France (EDF), harus dinonaktifkan sementara pada Senin (10/8/2026).
Gangguan juga terjadi pada satu reaktor lainnya. Tingkat produksinya terpaksa dipangkas hingga 50 persen sehingga dari empat reaktor yang terdampak, hanya satu yang masih beroperasi dengan kapasitas penuh.
Ubur-ubur dalam jumlah besar menyumbat pompa yang digunakan untuk mengambil air sebagai bagian dari sistem pendingin reaktor. Meski mengganggu produksi listrik, EDF memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menimbulkan ancaman terhadap keselamatan.
"Situasi ini tidak berdampak pada keamanan fasilitas, keselamatan personel, atau lingkungan," kata perwakilan EDF dalam pernyataan resminya, dikutip France24.
Gangguan akibat ubur-ubur ini terjadi ketika produksi listrik nuklir Prancis memang sedang menghadapi tekanan. Gelombang panas ekstrem dan kekeringan yang melanda negara tersebut pada Juni dan Juli membuat sejumlah reaktor harus dihentikan karena suhu air pendingin meningkat.
Sehari sebelum penutupan terbaru, yakni Minggu (9/8/2026), produksi listrik nuklir Prancis tercatat 15,6 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata sejak 2015.
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah PLTN Gravelines di dekat Dunkirk, Prancis utara. Pembangkit ini merupakan yang terbesar di Eropa Barat dan memiliki enam reaktor dengan kapasitas masing-masing 900 megawatt.
Bukan kali ini saja Gravelines menghadapi gangguan akibat ubur-ubur. Setahun sebelumnya, fasilitas tersebut juga sempat dihentikan setelah gerombolan ubur-ubur menyumbat stasiun pemompaan air laut.
Fenomena serupa pernah terjadi di sejumlah negara lain. Pada 2013, gerombolan ubur-ubur membuat sebuah pembangkit nuklir di Swedia berhenti beroperasi selama tiga hari. Jepang juga mengalami kejadian serupa pada 1999 yang berdampak signifikan terhadap produksi listrik.
Para ahli menilai kondisi lingkungan saat ini dapat mendukung pertumbuhan populasi ubur-ubur. Penangkapan ikan berlebihan, pencemaran plastik, serta meningkatnya suhu laut akibat perubahan iklim disebut menjadi sejumlah faktor yang membuat hewan laut tersebut lebih mudah berkembang biak.[]
PREVIOUS ARTICLE
Vietnam Mulai Bangun Fregat Antikapal Selam Buatan Dalam Negeri

















