Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Fenomena Ubur-ubur Merah di Langit Prancis, NASA Pastikan Bukan Alien

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 pukul 13.51 WIB
fenomena_uburubur_merah_di_langit_prancis_nasa_pastikan_bukan_alien

Fenomena langit langka berupa kilatan merah menyerupai ubur-ubur raksasa viral di media sosial. (Foto: NASA/Nicolas Escurat)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Sebuah kilatan merah dengan bentuk menyerupai 'ubur-ubur raksasa' menggantung di atas langit Château de Beynac, Prancis. Fenomena langit langka ini membuat geger warganet.

Mengenai fenomena itu, banyak warganet berspekulasi dan menyebut itu sebuah penampakan alien. Namun, asumsi itu dibantah pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Melansir New York Post, NASA menegaskan bahwa kilatan merah tersebut fenomena cuaca langka yang dikenal sebagai sprite (Stratospheric Pertubations Resulting from Intense Thunderstorm Electrification), sehingga dipastikan bukan berasal dari luar angkasa.

"Kilatan merah yang singkat di atas awan badai petir ini merupakan salah satu fenomena listrik paling langka di Bumi," tulis NASA dalam pernyataannya, sembari merilis foto hasil jepretan ilmuwan Nicolas Escurat dari proyek Spritacular, Sabtu (6/12/2025).

Kilat merah, menurut Nicolas Escurat, fenomena Transient Luminous Event (TLE) yang terjadi karena badai petir yang sangat intens. Sesuai laporan dari Space.com disebutkan badai-badai ini biasanya hanya dapat dilihat menggunakan kamera khusus atau dari luar angkasa.

Sprite atau red sprite lightning discharge terjadi di atas badai petir yang sangat kuat. Cahaya ini terbentuk di mesosfer, pada ketinggian 50 hingga 90 kilometer di atas permukaan Bumi.

Tidak seperti petir biasa yang menyambar ke bawah, sprite justru melesat ke atas. Warna merah mereka muncul akibat interaksi energi listrik dengan molekul nitrogen di atmosfer atas.

NASA juga menegaskan bahwa penampakan tersebut sama sekali bukan pertanda keberadaan makhluk luar angkasa.

Dalam unggahannya di X, badan antariksa itu kembali menekankan, "Fenomena ini sepenuhnya alami dan konsisten dengan proses listrik di atmosfer atas Bumi."

Meskipun hanya berlangsung beberapa milidetik, sprite dapat membentuk pola menyerupai kepala dan tentakel, membuatnya terlihat seperti ubur-ubur merah raksasa di langit.

Para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bahkan beberapa kali berhasil menangkap momen tersebut ketika melintas di atas sistem badai besar. Menurut NASA, penelitian tentang sprite sangat penting untuk memahami bagaimana energi listrik berpindah selama badai dahsyat.

Badan itu menjelaskan bahwa temuan-temuan terbaru dapat digunakan untuk memperbaiki model cuaca dan prediksi petir.

"Temuan mengenai sprite membantu meningkatkan pemahaman kita tentang lingkungan listrik planet kita," tulis NASA.

Meski sering disalahartikan sebagai fenomena misterius atau bahkan bukti kehidupan alien, sprite pada dasarnya merupakan salah satu keajaiban atmosfer paling langka dan memukau yang dimiliki Bumi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN