Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Kemkomdigi Salurkan Internet Gratis 500 Mbps Selama Setahun ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 09.24
journalist-avatar-top
kemkomdigi_salurkan_internet_gratis_500_mbps_selama_setahun_ke_sekolah_terdampak_banjir_di_sumut

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid secara simbolis menyerahkan internet gratis ke sekolah terdampak banjir (Foto: arsip Kemkomdigi)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggandeng penyedia layanan internet MyRepublic untuk membantu pemulihan dunia pendidikan di Sumatera Utara pascabencana banjir. Melalui kolaborasi ini, enam sekolah terdampak menerima fasilitas internet gratis berkecepatan 500 Mbps selama satu tahun penuh.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan harapannya agar dukungan konektivitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana.

“Bantuan ini kami harapkan bisa mendukung kegiatan pembelajaran digital, sejalan dengan arahan Presiden dalam memperkuat transformasi pendidikan,” ujar Meutya saat menghadiri kegiatan Roketin Generasi Tunas Digital di SMA Dharmawangsa Medan, Sabtu (13/12/2025).

Tak hanya menyalurkan akses internet, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Duta Roketin Generasi Tunas Digital. Para duta yang berasal dari kalangan pelajar ini diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya digital yang sehat dan beretika di lingkungan sekolah.

Para siswa tersebut akan berperan aktif menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), sekaligus mengedukasi teman sebaya mengenai pemanfaatan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.

Meutya juga menekankan pentingnya penundaan usia anak dalam mengakses media sosial sesuai tahap perkembangan mereka. Menurutnya, perlindungan anak di dunia digital tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi harus diiringi dengan praktik nyata di lingkungan terdekat.

“Keteladanan itu penting. Jika anak-anak dibatasi dalam penggunaan media sosial, maka guru dan orang tua juga harus memberi contoh yang baik,” katanya.

Ia turut mengingatkan bahaya kecanduan media sosial pada anak yang berpotensi mengganggu kesehatan mental serta tumbuh kembang mereka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengapresiasi langkah Kemkomdigi dan MyRepublic yang telah memberikan akses internet gratis kepada sekolah-sekolah terdampak banjir di wilayahnya.

Menurut Surya, bantuan tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan digital antar sekolah sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan digital,” tutupnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN