Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ubah Haluan, Presiden ad Interim Venezuela Ajak Amerika Serikat Kerjasama

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 12.44 WIB
ubah_haluan_presiden_ad_interim_venezuela_ajak_amerika_serikat_kerjasama

Presiden ad interim Venezuela, Delcy Rodríguez melunak dengan mengajak Amerika Serikat bekerja sama. (foto: Bloomberg/mistar)

news_banner

Caracas, MISTAR.ID

Presiden ad interim (sementara) Venezuela Delcy Rodríguez melunak dengan mengajak Amerika Serikat bekerja sama, setelah sempat mengecam keras penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS yang memicu ketegangan geopolitik.

“Kami menyampaikan undangan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk bekerja bersama dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama, dalam kerangka hukum internasional, serta memperkuat koeksistensi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Rodríguez dalam pernyataan resmi yang dilansir dari Bloomberg, Senin (5/1/2026).

Pernyataan tersebut merupakan perubahan tajam dari sikap Rodríguez beberapa jam setelah pasukan AS menangkap Maduro pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat dan melancarkan serangkaian serangan terarah di ibu kota Caracas serta sejumlah kota di sekitarnya.

Dalam pernyataan awalnya, Rodríguez mengecam tindakan tersebut dan menuntut pemulangan Maduro ke Venezuela. Usai operasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tim pejabat AS akan mengelola Venezuela, dengan Rodríguez disebut akan bekerja bersama mereka.

Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic pada Minggu (4/1/2026) Venezuela membutuhkan proses pembangunan kembali, sembari melontarkan peringatan kepada Rodríguez.

“Jika dia tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, kemungkinan lebih besar dari Maduro,” ujar Trump.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington akan menilai Rodríguez berdasarkan tindakannya, bukan sekadar retorika.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump kembali menekankan AS membutuhkan akses penuh terhadap sektor minyak untuk membangun kembali Venezuela.

Dia juga menyebut penyebutan penangkapan Maduro sebagai penculikan oleh Rodríguez sebagai istilah yang “tidak buruk.”Rodríguez, yang merupakan mantan menteri perminyakan Venezuela, dikenal memahami tantangan pengelolaan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) serta kerja sama dengan perusahaan internasional.

Namun, rencana Trump untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela dinilai sebagai agenda yang mahal dan penuh tantangan.Meski pernyataan Rodríguez pada Minggu malam dapat menjadi sinyal kesiapan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump, langkah tersebut berpotensi memicu resistensi dari kelompok garis keras di dalam pemerintahannya.

Selama bertahun-tahun, kelompok ini memandang AS sebagai ancaman imperialis dan menilai penangkapan Maduro sebagai pelanggaran kedaulatan nasional.

Rodríguez juga akan menghadapi ujian kekuasaan pada Senin, saat kelompok anggota parlemen baru dilantik di Majelis Nasional. Dua anggota parlemen yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut masih terdapat kebingungan mengenai apakah Rodríguez perlu menjalani upacara pelantikan resmi sebagai presiden sementara.

Untuk sementara, status Maduro oleh pejabat Venezuela diperlakukan sebagai ketidakhadiran paksa sementara, dan media pemerintah masih menyebutnya sebagai presiden. Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdananya di pengadilan New York pada Senin waktu setempat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN