Pascagempa di Venezuela, Warga Menjarah Supermarket

Pencarian korban tewas akibat gempa dahsyat di Venezuela. (Foto: Reuters/Leonardo Fernandez Viloria)
Caracas, MISTAR.ID - Sebuah supermarket di negara bagian La Guaira, Venezuela, dijarah pada Kamis (26/6/2026), sehari setelah gempa dahsyat di kawasan pesisir tersebut.
Wartawan AFP di lokasi melaporkan pria dan wanita terlihat membawa tas berisi berbagai barang dari toko yang sebagian bangunannya terbakar di Kota Catia La Mar.
Aksi penjarahan diduga dipicu oleh kelangkaan kebutuhan pokok akibat lumpuhnya pasokan logistik. Warga dilaporkan mengambil makanan, air bersih, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya untuk bertahan hidup.
La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Infrastruktur rusak berat menyebabkan pasokan listrik dan air bersih terputus, sementara banyak warga terpaksa mengungsi dan tidur di jalanan karena rumah mereka runtuh.
Warga juga mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan kemanusiaan serta minimnya alat berat untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Sementara itu, CNN melaporkan sebuah hotel besar di kawasan pantai Macuto, La Guaira, ambruk setelah diguncang dua gempa. Berdasarkan video yang telah diverifikasi, sebagian besar bangunan utama Hotel Eduard yang memiliki delapan lantai dan 106 kamar runtuh hingga rata dengan tanah, menyisakan bagian pintu masuk yang masih berdiri.
Rekaman lain dari kawasan pesisir Macuto juga memperlihatkan sejumlah bangunan di sepanjang garis pantai mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa.
Pemerintah Venezuela kini mengerahkan militer untuk mendirikan rumah sakit lapangan di sekitar stadion lokal La Guaira guna menangani korban cedera. Selain itu, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) internasional dari Spanyol, Amerika Serikat, dan Meksiko dilaporkan sedang menuju lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (25/6/2026), saat ini jumlah korban meninggal dunia dilaporkan meningkat menjadi 235 orang, sementara lebih dari 1.500 lainnya mengalami luka-luka. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Italia Bantah Terlibat Operasi Militer AS terhadap Iran



















