Monday, June 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Konflik Afghanistan-Pakistan Tewaskan 372 Warga Sipil dalam Tiga Bulan

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 16.56 WIB
konflik_afghanistanpakistan_tewaskan_372_warga_sipil_dalam_tiga_bulan

Perbatasan Pakistan dan Afghanistan. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Kabul, MISTAR.ID

Sedikitnya 372 warga sipil Afghanistan dilaporkan tewas akibat konflik bersenjata antara pasukan pemerintah Taliban dan militer Pakistan selama tiga bulan pertama tahun 2026.

Laporan tersebut disampaikan Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), Selasa (12/5/2026). Lebih dari separuh korban jiwa disebut terjadi akibat serangan udara yang menghantam fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabul.

Hubungan antara Islamabad dan Kabul memang terus memanas sejak Taliban kembali mengambil alih kekuasaan Afghanistan pada 2021. Ketegangan meningkat tajam pada Februari lalu hingga disebut Menteri Pertahanan Pakistan sebagai “perang terbuka”.

Pemerintah Pakistan menuding Taliban Afghanistan memberikan perlindungan kepada kelompok militan, terutama Taliban Pakistan, yang dituduh berada di balik meningkatnya aksi kekerasan di wilayah Pakistan.

Namun, pihak Afghanistan membantah tuduhan tersebut. Kabul justru menilai Pakistan melindungi kelompok bersenjata tertentu dan tidak menghormati kedaulatan Afghanistan.

“Antara 1 Januari hingga 31 Maret 2026, UNAMA mencatat 372 warga sipil tewas dan 397 lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan bersenjata lintas batas antara pasukan keamanan Afghanistan dan militer Pakistan,” demikian isi laporan UNAMA dikutip dari AFP.

Pemerintah Pakistan, dalam tanggapan tertulis terhadap laporan itu, menyatakan 130 warga sipil dan personel keamanan Pakistan juga tewas sejak awal tahun ini.

Bentrok di wilayah perbatasan kedua negara sebenarnya telah berlangsung lama, namun meningkat sejak Oktober tahun lalu dan menyebabkan puluhan korban jiwa. Situasi sempat mereda sebelum kembali memanas pada akhir Februari 2026.

UNAMA menyebut data korban diperoleh melalui verifikasi dari tiga sumber independen. Jumlah korban pada awal tahun ini juga menjadi yang tertinggi untuk periode Januari–Maret sejak pemantauan dilakukan pada 2011.

Dari total korban tewas di Afghanistan, tercatat 13 perempuan, 46 anak-anak — terdiri dari 31 anak laki-laki dan 16 anak perempuan — serta 313 laki-laki dewasa.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN