Warganet Soroti Kasus Narkoba di Dairi, Massa Desak Evaluasi Polres

Screenshot(tangkapan layar) akun facebook Binsar Franky Sinaga. (Foto: Manru/Mistar).
Dairi, MISTAR.ID
Perkembangan kasus penangkapan terduga penyalahgunaan narkotika di Jalan Nusantara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan warganet melalui unggahan di media sosial.
Unggahan tersebut dilihat pada Sabtu (25/4/2026) melalui akun Facebook bernama Binsar Franky Sinaga yang menyertakan video aksi unjuk rasa di Mapolres Dairi yang sebelumnya diunggah di TikTok oleh Evan Panjaitan. Dalam unggahan itu, terdapat narasi pertanyaan mengenai perkembangan kasus tersebut.
“Sampai sejauh mana perkembangan kasus ini? Sebelum penangkapan di Jalan Nusantara, disebutkan terduga bandar sempat membagikan uang di depan Kantor Bupati Dairi. Ada juga informasi soal setoran Rp18 juta per hari dari bandar tersebut. Kebenarannya silakan pihak terkait yang menjelaskan,” demikian isi unggahan tersebut.
Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Dairi mengamankan empat orang terduga penyalahgunaan narkotika dari Jalan Nusantara, Sidikalang, pada Senin (6/4/2026) menjelang waktu magrib.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahri Ramadan, pada Selasa (7/4/2026).
“Benar, empat orang terduga penyalahgunaan narkoba diamankan ke Polres Dairi beserta barang bukti dari Jalan Nusantara, Sidikalang,” ujarnya.
Keempat terduga masing-masing berinisial PDK (21), HD (42), ABS (38), dan TMS (34). Setelah diamankan, mereka menjalani tes urine di RSUD Sidikalang.
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain plastik klip diduga berisi sabu, kaca pirek, dua sekop dari pipet plastik, dua unit telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp700.000.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan bermula dari pengamanan seorang terduga berinisial PK yang kemudian mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial TS. Selanjutnya, petugas mengamankan dua orang lainnya yang diduga baru saja menggunakan narkoba.
Dari tangan PK, ditemukan satu paket plastik diduga sabu. Sementara dari HD dan BS, turut diamankan satu kaca pirek berisi sisa sabu.
Kasus tersebut kemudian memicu aksi unjuk rasa dari massa yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum Kabupaten Dairi. Mereka mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi jajaran Polres Dairi, termasuk Kapolres AKBP Otniel Siahaan.
Aksi tersebut melibatkan sejumlah organisasi kepemudaan seperti IPK, KNPI, GMNI, HMI, PMII, IPNU, dan Pemuda Muhammadiyah, yang berlangsung di depan Mapolres Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, pada Senin (13/4/2026).
Massa menilai penegakan hukum di Polres Dairi belum berjalan optimal, tidak transparan, serta diduga tidak adil. Mereka juga menyoroti dugaan tebang pilih dalam penanganan perkara dan lambannya proses hukum.
Dalam pernyataan mereka, massa menuntut reformasi birokrasi di Polres Dairi, pengusutan dugaan praktik jual beli hukum, serta penegakan hukum yang lebih transparan dan tidak diskriminatif.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya.
“Jika memang ada kekurangan dari anggota saya, akan kami uji melalui mekanisme yang ada, termasuk Propam dan Irwasum Polri. Jika ditemukan kejanggalan, tentu akan kami evaluasi. Semua harus berdasarkan fakta,” ujarnya.
PREVIOUS ARTICLE
Dua Pria di Tanjung Morawa Diamankan Polisi Diduga Bawa SabuBERITA TERPOPULER


















