Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Anak 12 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Aek Tolang Usai Selamatkan Teman

Mistar.idSabtu, 25 April 2026 pukul 13.01 WIB
anak_12_tahun_tewas_tenggelam_di_sungai_aek_tolang_usai_selamatkan_teman

Suasana yang gelap dan air keruh saat pencarian anak berumur 12 tahun yang tewas tenggelam di Sungai Aek Tolang. (f:feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Seorang anak berinisial DP (12), warga Jalan Muzahirin, Gang Anugerah, Kelurahan Sibuluan Terpadu, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Aek Tolang, Kelurahan Aek Tolang, setelah sebelumnya mandi bersama teman-temannya.

Sebelumnya, pencarian sempat dilakukan hingga tengah malam, Jumat (22/4/2026) sekitar pukul 22.22 WIB oleh tim SAR Sibolga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, dibantu masyarakat dengan menyisir aliran Sungai Aek Tolang. Kondisi sungai yang keruh akibat hujan serta suasana gelap menyulitkan proses pencarian.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula saat korban bermain bersama teman-temannya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB di pinggir Sungai Aek Tolang, tepatnya di bawah Jembatan Fransiskus.

Saat asyik bermain, salah satu temannya hanyut. Korban kemudian berusaha menolong, namun naas, ia justru terbawa arus dan tenggelam. Sementara itu, teman yang hanyut berhasil menyelamatkan diri. Teman-teman korban yang panik tidak langsung melaporkan kejadian tersebut.

Orang tua korban yang merasa kehilangan kemudian melakukan pencarian. Setelah ditelusuri, warga menyampaikan bahwa korban sebelumnya bermain di pinggir sungai bersama teman-temannya dan diduga hilang terseret arus saat berusaha menolong temannya.

Mengetahui hal itu, orang tua korban segera meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian, sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Sibolga dan BPBD Tapteng.

Pencarian dilakukan hingga malam hari dengan menyusuri Sungai Aek Tolang dari hulu hingga hilir menggunakan perahu karet dan alat penerangan seadanya. Sebagian petugas dan warga juga melakukan penyelaman di sekitar aliran sungai. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tersangkut di akar pohon tumbang.

Komandan Pos SAR Sibolga, Dermawan Sinaga, saat dihubungi melalui telepon seluler membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga sekitar pukul 20.19 WIB.

“Kami langsung melakukan penyisiran di aliran Sungai Aek Tolang bersama personel BPBD Tapteng dan masyarakat setempat. Tim SAR yang turun berjumlah enam orang, BPBD 10 orang, serta dibantu Babinsa, Polsek Pandan, dan warga,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan, korban ditemukan di sekitar Jembatan Fransiskus, Kecamatan Pandan, dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (22/4/2026) sekitar pukul 22.22 WIB. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah, sebelum dibawa ke RSUD Pandan untuk keperluan visum.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN