Thursday, September 24, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Viral KA Putri Deli Disebut Tergelincir di Medan, Ini Penjelasan KAI

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 17.06 WIB
viral_ka_putri_deli_disebut_tergelincir_di_medan_ini_penjelasan_kai

KA Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai berhenti untuk pemeriksaan rangkaian setelah terlibat insiden dengan seorang pejalan kaki. KAI membantah narasi yang menyebut kereta tersebut tergelincir. (foto: KAI Divre I Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Video yang memperlihatkan KA Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai berhenti di jalur rel viral di media sosial. Video tersebut dinarasikan seolah-olah kereta mengalami anjlok atau tergelincir di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara membantah narasi tersebut. KAI memastikan KA Putri Deli tidak mengalami anjlok maupun tergelincir.

Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan kereta yang terlihat dalam video memang KA Putri Deli yang baru berangkat dari Stasiun Medan pukul 19.05 WIB.

Namun, kereta berhenti bukan karena mengalami gangguan pada roda atau keluar dari jalur rel. Kereta berhenti setelah terlibat insiden dengan seorang pejalan kaki di jalur kereta api.

"Kereta api berhenti setelah terlibat insiden dengan pejalan kaki yang berada di tengah jalur kereta api. Masinis melaporkan, kereta yang dikemudikannya menabrak seorang pejalan kaki sesaat setelah berangkat dari Stasiun Medan, tepatnya di kilometer 01+3/4 petak jalan Stasiun Medan–Bandar Kalipah pukul 19.09 WIB," ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan laporan di lapangan, pejalan kaki tersebut sedang berjalan di tengah lintasan rel dengan posisi membelakangi arah datangnya kereta.

Masinis telah berulang kali membunyikan suling lokomotif sebagai peringatan. Masinis juga berusaha melakukan pengereman keras, namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindarkan.

Setelah benturan, masinis menghentikan kereta untuk melakukan pemeriksaan terhadap lokomotif dan seluruh rangkaian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kereta tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan.

Anwar mengatakan pemeriksaan berlangsung selama sekitar empat menit. Setelah seluruh rangkaian dipastikan aman, KA Putri Deli kembali melanjutkan perjalanan.

"Setelah lokomotif dan rangkaian dipastikan aman, pukul 19.13 WIB kereta api kembali berangkat dari lokasi kejadian. Jadi, berhentinya kereta api yang terlihat di video hanya 4 menit. Saat itu masinis sedang melakukan pemeriksaan rangkaiannya, bukan karena tergelincir," kata Anwar.

Dengan demikian, KAI memastikan KA Putri Deli tidak mengalami anjlok maupun tergelincir sebagaimana narasi yang beredar dalam video tersebut.

Atas kejadian itu, KAI kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur kereta api. Keberadaan masyarakat di jalur rel dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

Anwar mengingatkan larangan tersebut memiliki dasar hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 181 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Ketentuan tersebut mengatur agar ruang manfaat jalur kereta api steril dari aktivitas masyarakat umum demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar jalur. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN