Tawuran Antar Remaja Kembali Terjadi di Tanjung Tiram

Ilustrasi tawuran. (Foto: Istimewa/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID
Tawuran antar remaja kembali terjadi di kawasan Jalan Rakyat, Pasar Pagi Tanjung Tiram, Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (20/6/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Aksi bentrokan tersebut kembali viral setelah diunggah akun Facebook @Halim Simangunsong. Dalam video yang beredar, peristiwa itu disebut telah berulang kali terjadi di lokasi yang sama.
Tawuran diduga bermula saat sekelompok remaja melempari pengendara sepeda motor yang melintas. Tidak lama berselang, kelompok remaja lain dari gang sekitar datang dan langsung melakukan aksi balasan terhadap kelompok pertama.
"Tawuran melibatkan dua kelompok remaja yang diduga berasal dari kelompok atau geng berbeda. Dalam aksi tersebut, kedua kubu saling menyerang dan melempar berbagai benda keras, seperti batu dan botol kaca, yang mengakibatkan pecahan botol berserakan di badan jalan," kata Halim Simangunsong, seperti dilihat Mistar, Minggu (21/6/2026).
Akibat aksi remaja yang saling melempar menggunakan batu dan botol kaca, sejumlah pengendara sepeda motor yang hendak pulang ke rumah masing-masing terpaksa putar arah menghindari tawuran dan berhenti setelah warga setempat mengusir para remaja.
Kapolsek Talawi, AKP Arianto Sitorus, mengatakan pihaknya sudah rutin melakukan patroli di wilayah rawan tawuran dan rawan kriminalitas.
"Anggota kita tadi malam patrolinya di Kelurahan Tanjung Tiram. Saat itu masih kondusif. Namun begitu tim patroli pindah ke lokasi lain barulah mereka tawuran," kata Arianto.
Dikatakan Arianto, tawuran sulit dicegah apabila hanya dicegah oleh polisi. Keterlibatan seluruh elemen mulai dari Pemkab Batu Bara hingga jajarannya di desa dan kelurahan harus proaktif mencegah tawuran.
Demikian pula tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda sangat besar pengaruhnya mencegah berulangnya tawuran.
"Terlebih lagi para orang tua yang memiliki anak di usia remaja, kami imbau agar benar-benar menjaga serta melarang anak-anaknya untuk keluar hingga larut malam. Kita tidak mengelak, namun seluruh elemen harus berbuat agar aksi tawuran dapat dicegah," tutup Arianto. (hm20)




















