Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sungai Ular Meluap: Rumah Warga Hanyut, Jembatan Gantung Ambruk, Jalan ke Bandara Kualanamu Terendam

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 14.22 WIB
sungai_ular_meluap_rumah_warga_hanyut_jembatan_gantung_ambruk_jalan_ke_bandara_kualanamu_terendam_

Jembatan gantung yang ambruk dan rumah warga yang terseret derasnya arus Sungai Ular di Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. (Foto: Sembiring/MISTAR)

Deli Serdang, MISTAR.ID (29/10/2026) — Luapan Sungai Ular yang memisahkan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut dan jembatan gantung ambruk. Sementara itu, luapan Sungai Belumai merendam jalan menuju Bandara Internasional Kualanamu.

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, ambruk pada Kamis (29/10/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga setempat menyebutkan ambruknya jembatan diduga akibat derasnya arus Sungai Ular setelah debit air meningkat menyusul hujan di kawasan pegunungan.

"Debit air yang tinggi di Sungai Ular membuat Jembatan Gantung Merah Putih ini ambruk terseret banjir," ujar Abdullah, warga setempat.

Sementara itu, luapan Sungai Ular juga menyeret sejumlah rumah warga di Dusun II, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (28/10/2026) malam.

Sebagian rumah yang berada di pinggir sungai hanyut terbawa arus deras. Ada bangunan yang hanya sebagian terseret, tetapi beberapa rumah lainnya dilaporkan hanyut seluruhnya. Rumah warga lainnya di desa tersebut turut terendam banjir.

Beruntung, para penghuni berhasil menyelamatkan diri saat banjir terjadi. Namun, besarnya arus sungai menyebabkan kerusakan permukiman warga di kawasan tersebut.

Selain menerjang permukiman dan merusak jembatan, banjir juga menggenangi jalan umum menuju Bandara Internasional Kualanamu, tepatnya di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

Ketinggian air di sejumlah titik mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Genangan cukup tinggi juga terlihat di ruas jalan menuju Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa.

Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di jalan yang tergenang harus diatur. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengatur kendaraan yang melintas dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Warga dan pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintasi kawasan terdampak banjir, terutama di ruas jalan dengan genangan tinggi dan aliran air yang deras. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN