Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Sumatranomics 2026: Sumatra Ditantang Pacu Ekonomi Tanpa Abaikan Ketahanan Pangan

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 14.58 WIB
sumatranomics_2026_sumatra_ditantang_pacu_ekonomi_tanpa_abaikan_ketahanan_pangan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Medan, MISTAR.ID - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Iman Gunadi, mengatakan Sumatra menghadapi tantangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari kisaran 5 persen ke tingkat yang lebih tinggi tanpa mengorbankan peran pulau tersebut sebagai penopang pangan nasional.

Dalam Annual Conference 7th Sumatranomics 2026 di Bandar Lampung, Iman menjelaskan transformasi ekonomi dari sektor pertanian menuju industri pengolahan menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Namun, menurutnya, transformasi tersebut perlu mempertimbangkan keberlanjutan produksi pangan.

"Seandainya Sumatra bertransformasi menjadi industri, pertumbuhan jadi lebih tinggi. Lalu, bagaimana fungsi penopang pangan nasional? Jangan sampai pangan terbengkalai, tapi kita kaya dan pertumbuhan lebih tinggi," katanya, Kamis (29/10/2026).

Ia menilai, Sumatra masih menghadapi tantangan dalam menemukan strategi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memajukan industri, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Iman juga menyampaikan perkembangan Sumatranomics sebagai forum penelitian ekonomi regional. Sebelum 2024, call for papers Sumatranomics menerima sekitar 100 hingga 150 karya ilmiah.

Setelah cakupannya diperluas dari Sumatera Utara ke seluruh wilayah Sumatra pada 2024, jumlah karya ilmiah yang masuk meningkat hingga hampir 200, kemudian mendekati 400 karya pada 2026.

“Alhamdulillah, semangat masyarakat bukan cuma dari paper dari Sumatra, tapi juga seluruh Indonesia dan beberapa paper dari luar negeri,” ucapnya.

Ia menambahkan, perluasan cakupan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian serta menarik lebih banyak partisipasi peneliti dari dalam dan luar negeri.

Meski demikian, penelitian yang diajukan tetap harus memiliki lokus atau objek kajian yang berkaitan dengan Sumatra.

Iman menyampaikan tiga rekomendasi strategis yang akan diteruskan kepada pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Sumatra.

"Pertama, transformasi sektoral dan digitalisasi ekonomi. Kedua, penguatan investasi, perdagangan, dan pariwisata yang terintegrasi di seluruh Sumatra. Ketiga, penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi," ujarnya.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra yang lebih tinggi tanpa mengabaikan stabilitas harga dan ketahanan pangan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN