Satpol PP Simalungun Jaring Belasan Pelajar di Tanah Jawa dalam Operasi Kasih Sayang

Personel Satpol PP Simalungun menertibkan pelajar yang bolos di Kecamatan Tanah Jawa. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Simalungun menjaring 12 pelajar yang kedapatan berkeliaran saat jam belajar dalam Operasi Kasih Sayang yang digelar di Kecamatan Tanah Jawa.
Plt Kepala Satpol PP Simalungun, Edward Girsang, mengatakan razia tersebut digelar atas permintaan camat dan sejalan dengan dorongan DPRD Simalungun agar ada penertiban menyeluruh terhadap pelajar yang bolos.
"Iya, ini program kita juga, dan ada permintaan dari camat. Kita langsung eksekusi di Kecamatan Tanah Jawa. Tujuannya untuk menekan kenakalan remaja dan memastikan para pelajar mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan operasi ini merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Habonaron Do Bona. "Kemarin memang ada juga permintaan dari DPRD soal ini. Ini akan rutin kita lakukan. Di 32 kecamatan akan kita laksanakan," kata mantan Camat Siantar ini.
Satpol PP, lanjutnya, telah menyiapkan pola pelaksanaan razia secara bergilir sepanjang tahun. "Kita laksanakan sesuai kebutuhan. Anggarannya untuk satu tahun, jadi semua kecamatan bakal kita mainkan," ujarnya.
Edward juga mengungkapkan setelah operasi semalam, pihaknya langsung melakukan evaluasi internal untuk memetakan lokasi berikutnya. "Semalam itu operasinya. Hari ini rapat evaluasi. Mungkin besok razia lagi ke kecamatan lain," katanya.
Ia menambahkan setiap pelajar yang terjaring tidak langsung diberi sanksi, melainkan dibina dan didata untuk kemudian dipanggilkan orang tua serta pihak sekolah. Hal ini dilakukan agar penanganan tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga perbaikan perilaku.
"Kita tidak ingin hanya sekadar menangkap lalu melepas. Kita bina, kita panggil orang tuanya supaya ada tanggung jawab bersama. Tujuan kita bukan menghukum, tapi mengembalikan anak-anak ini ke lingkungan sekolah," ucapnya.
Ia juga menekankan keberhasilan operasi sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, pihak sekolah, hingga masyarakat. "Ini kerja sama, supaya semua bergerak menjaga generasi muda kita," kata Edward.
Satpol PP berencana menyisir kawasan rawan di setiap kecamatan, termasuk tempat para pelajar biasa berkumpul saat jam sekolah, seperti warnet, pusat keramaian, hingga lapangan terbuka.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya pembinaan agar pelajar kembali fokus pada pendidikan sekaligus memperkuat peran sekolah dan orang tua dalam pengawasan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Ratusan Warga Medan Utara Gelar Aksi di Polres Pelabuhan Belawan




















