Monday, August 3, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

PT Medan Tanggapi Isu Kematian Perempuan yang Dikaitkan dengan Eks Pejabat Kepaniteraan

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 19.31 WIB
pt_medan_tanggapi_isu_kematian_perempuan_yang_dikaitkan_dengan_eks_pejabat_kepaniteraan

Gedung Pengadilan Tinggi Medan. (Foto: Antara)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Saut Maruli Tua Pasaribu, angkat bicara terkait beredarnya informasi yang mengaitkan seorang perempuan berinisial L, yang ditemukan meninggal di Kompleks Bumi Asri, Medan, dengan mantan Panitera Muda Perdata PT Medan, Yusman Harefa.

Menurut Saut, Yusman Harefa telah memasuki masa purnabakti atau pensiun sejak 1 Juli 2026 sehingga tidak lagi menjabat sebagai pejabat kepaniteraan di PT Medan.

"Saat ini Pak Yusman Harefa sudah purnabakti sejak bulan lalu, tepatnya 1 Juli 2026. Jadi, PT Medan belum memiliki informasi yang valid terkait hal itu," ujarnya saat dikonfirmasi Mistar melalui sambungan telepon, Senin (3/8/2026).

Saut menegaskan, hingga saat ini PT Medan belum memperoleh informasi resmi mengenai kasus kematian perempuan tersebut maupun keterkaitannya dengan Yusman Harefa.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian masih mendalami penyebab kematian seorang perempuan berinisial L (35) yang ditemukan di lantai dua rumah di Perumahan Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Dugaan sementara, peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga yang sedang dialami korban.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, mengatakan hubungan korban dengan suaminya, seorang anggota Polri, diketahui sedang tidak harmonis. Sebelum peristiwa itu terjadi, keduanya disebut tengah menjalani proses rujuk.

"Saat kejadian mereka tinggal di rumah yang sama karena sedang dalam proses rujuk kembali," ujar Ferry, Senin (3/8/2026).

Menurut Ferry, penyidik menduga korban mengalami tekanan psikologis. Namun, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Kematian korban terungkap pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban bersama suami Brigadir IH dan anaknya sedang berada di dalam rumah. Saat itu, IH meletakkan tas berisi senjata api dinas.

“Setelah dicek suaminya, tasnya terbuka, kemudian ia menanyakan siapa yang pegang senjatanya. Ternyata pas dicek, istrinya di toilet dan tiba-tiba terdengar tembakkan,” ujar Ferry.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN