DPRD Medan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Vape Berisi Narkoba di Helen’s Night Mart

Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Fauzi, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus vape berisi narkoba yang ditemukan di Helen’s Night Mart. (Foto: Smartwan DPRD Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Fauzi, mendorong Polrestabes Medan mengusut tuntas kasus penemuan vape berisi narkoba di tempat hiburan malam (THM) Helen’s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal.
"Kami meminta kasus ini diusut tuntas, termasuk dari mana tersangka mendapatkan barang haram tersebut dan siapa yang memesannya," ujar Fauzi kepada Mistar, Senin (3/8/2026).
Fauzi meyakini tersangka bukan baru sekali menjalankan praktik tersebut. Menurutnya, barang bukti yang diamankan polisi mengindikasikan adanya dugaan transaksi yang telah direncanakan.
"Yang saya dengar ada tiga cartridge vape berisi narkoba yang diamankan. Artinya, diduga sudah ada pemesan dan kemungkinan lebih dari satu. Ini harus diusut tuntas. Tidak mungkin tersangka berani membawa narkoba itu jika tidak ada yang memesan," tegasnya.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan itu juga mendukung langkah Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara dalam memberantas peredaran narkoba.
"Kita prihatin karena hampir di setiap wilayah Kota Medan masih ditemukan peredaran narkoba. Karena itu, saya mendukung segala bentuk pemberantasan narkoba, baik di kawasan yang menjadi basis peredaran maupun di tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran gelap. Kalau perlu, lakukan razia dan tes urine secara rutin terhadap pengunjung THM," katanya.
Selain itu, Fauzi meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam untuk mencegah peredaran narkoba.
"Seiring penyelidikan yang dilakukan kepolisian, Pemko Medan juga harus bergerak. Pastikan seluruh tempat hiburan malam bersih dari narkoba. Khusus Helen’s Night Mart, pastikan seluruh perizinannya lengkap. Sebab, keluhan masyarakat terhadap tempat itu sudah cukup banyak. Di sana sering terjadi keributan menjelang subuh. Jika izinnya tidak lengkap, kami minta ditertibkan," pungkasnya.























