Pria Misterius Menangis di Pinggir Jalan Medan–Lubuk Pakam, Warga Berusaha Membujuk

Pria yang belum diketahui identitasnya menangis di pinggir jalan dekat pemakaman Muslim di Lubuk Pakam. (Foto: Sembiring/MISTAR)
Deli Serdang, MISTAR.ID (25/10/2026) – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan menangis seorang diri di pinggir Jalan Medan–Lubuk Pakam, tepatnya di dekat pemakaman Muslim, tidak jauh dari Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah, Kompleks Kantor Bupati Deli Serdang, Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubuk Pakam, Sabtu (24/10/2026) malam.
Pria tersebut terlihat mengenakan topi berwarna kuning, kaus marun, dan celana panjang biru. Saat ditemukan, ia berada dalam posisi seperti merangkak sambil terus menangis.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas sempat menghentikan kendaraan untuk menghampiri dan membujuk pria tersebut. Mereka berupaya mengajaknya ke tempat yang lebih terang serta menanyakan identitas dan penyebab dirinya menangis.
Namun, pria itu tetap menangis dan tidak memberikan respons yang diharapkan. Akibatnya, warga yang berada di lokasi belum mengetahui apa yang sebenarnya dialaminya.
Rusli, salah seorang warga setempat, mengatakan berbagai dugaan muncul di tengah masyarakat mengenai penyebab pria tersebut menangis. Ada yang mengaitkannya dengan tekanan ekonomi, tetapi ada pula yang berspekulasi mengenai hal-hal mistis.
Meski demikian, Rusli menegaskan bahwa penyebab pria tersebut menangis belum diketahui secara pasti.
“Bisa saja karena himpitan ekonomi. Harga kebutuhan sehari-hari, tuntutan keluarga, pekerjaan, hingga persoalan keuangan bisa menjadi tekanan tersendiri bagi siapa pun. Meski begitu, kita tidak bisa memastikan tangisan orang ini,” ujar Rusli saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Andika, Bayu, dan Angga, tiga pengendara sepeda motor yang turut mencoba membujuk pria tersebut, mengaku telah berupaya menenangkannya selama kurang lebih satu jam.
Mereka juga berusaha menanyakan alamat tempat tinggal pria itu agar dapat membantu mengantarkannya pulang atau mencarikan bantuan jika diperlukan.
“Sudah satu jam kami membujuknya agar tidak menangis dan menanyakan alamat serta penyebab dia menangis. Namun, dia tetap menangis. Kalau korban begal, bisa kami antar ke kantor polisi atau pulang ke rumahnya,” ujar mereka.
Hingga warga meninggalkan lokasi, identitas pria tersebut maupun penyebab dirinya menangis belum diketahui.
PREVIOUS ARTICLE
Polsek Medan Timur Amankan 14 Motor Berknalpot Brong, Antisipasi Balap Liar di Underpass HM Yamin










































