Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Gerebek Pesta Sabu di Kisaran saat Ramadan, Salah Satunya Oknum PNS

Mistar.idKamis, 26 Februari 2026 pukul 09.28 WIB
polisi_gerebek_pesta_sabu_di_kisaran_saat_ramadan_salah_satunya_oknum_pns

Ilustrasi penangkapan pesta narkoba oleh polisi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, digemparkan dengan penggerebekan sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi pesta sabu di tengah bulan suci Ramadan.

Dalam operasi tersebut, lima orang diamankan aparat kepolisian, termasuk seorang di antaranya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kapolres Asahan, Revi Nurvelani, mengungkapkan pengungkapan kasus ini dilakukan pada Minggu (22/2/2026) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Petugas Satres Narkoba Polres Asahan mendapati para terduga pelaku berada di dalam kamar saat dilakukan penggerebekan. Benar, salah satu tersangka HZ, 48 tahun, seorang PNS,” kata Revi.

Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan empat tersangka lain, yakni SH, 30 tahun, TRR, 27 tahun, AS, 35 tahun, dan J, 38 tahun. Total barang bukti yang diamankan berupa 10 plastik klip sabu dengan berat bruto 3,53 gram. Selain itu, turut disita dua bungkus plastik klip kosong, uang tunai sebesar Rp305 ribu, serta lima unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk komunikasi transaksi.

“TRR diduga berperan sebagai perantara dalam transaksi, membantu penjualan sekaligus menerima uang dari HZ. Sementara itu, AS dan J diduga berada di lokasi untuk mengonsumsi sabu yang dibeli melalui TRR,” jelasnya.

Kapolres Asahan menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Ini adalah komitmen kami untuk melindungi masyarakat. Narkoba adalah musuh bersama,” tegasnya.

Saat ini, kelima tersangka telah ditahan di ruang tahanan Satres Narkoba Polres Asahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu tersebut di wilayah Kabupaten Asahan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN