Saturday, June 13, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pagar Kantor Wali Kota Binjai Rubuh Didobrak PKL yang Menolak Pengusuran

Mistar.idSenin, 27 April 2026 13.42
journalist-avatar-top
BD
pagar_kantor_wali_kota_binjai_rubuh_didobrak_pkl_yang_menolak_pengusuran_

Pagar kantor wali kota Binjai roboh didobrak pedagang yang menolak penggusuran. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID

Pagar kantor Wali Kota Binjai rubuh setelah ratusan pedagang kaki lima (PKL) memaksa masuk saat menggelar unjuk rasa, Senin (27/4/2026).

Aksi digelar sebagai buntut kekecewaan para pedagang usai lapak jualan mereka digusur Satpol PP. Penggusuran terjadi di depan Masjid Agung Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur dan sebelah Ex RSUD Bangkatan Binjai, Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan.

Ratusan massa datang membawa berbagai spanduk berukuran besar berisi kecaman terhadap kebijakan pemerintah yang telah melakukan aksi penggusuran. Dalam salah satu tuntutannya, massa meminta untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah.

Namun, massa mengaku kecewa karena Wali Kota Binjai dikabarkan sedang berada di luar daerah dalam rangka kedinasan. Hal ini memicu emosi massa hingga akhirnya terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dan petugas.

Meski mendapat pengawalan ketat dari TNI-Polri dan Satpol PP, emosi massa tetap tak terkendali. Situasi semakin ricuh, hingga massa berusaha menerobos masuk dengan cara mendobrak pagar hingga rubuh.

Salah seorang orator aksi, Edward Gurki, mengatakan beberapa tuntutan pedagang yang alami penggusuran meminta solusi dari pemerintah agar mereka diperbolehkan kembali berjualan di tempat semula yakni di Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Mereka mengaku siap untuk untuk diatur dan di tata kelola, namun menolak untuk digusur.

"Kami meminta untuk bertemu langsung dengan pak wali kota, namun kalau pak wali memang sedang ada di luar kami bersedia berdialog dengan Sekda atau pun yang mewakili supaya ada solusi yang konkret," ujarnya.

Edward Gurki memastikan massa tetap akan menggelar unjuk rasa di kantor wali kota Binjai hingga aspirasi mereka dapat disahuti oleh pemerintah. Hingga Senin siang, massa masih terlihat masih menduduki halaman depan kantor wali kota menunggu kepastian dari pemerintah.