Saturday, June 13, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ratusan Korban Penipuan Rp4,2 Miliar Gelar Aksi di Kantor BNI Pematangsiantar

Mistar.idSenin, 27 April 2026 13.43
AN
AS
ratusan_korban_penipuan_rp42_miliar_gelar_aksi_di_kantor_bni_pematangsiantar

Massa aksi menggelar aksi besar-besaran di depan kantor PT Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ratusan massa yang tergabung dalam kelompok masyarakat korban penipuan berkedok Koperasi Swadharma menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor PT Bank BNI (Persero) Tbk Cabang Pematangsiantar, tepatnya di Jalan Merdeka, Senin (27/4/2026).

Aksi ini dipicu raibnya dana nasabah dengan total kerugian mencapai Rp4,2 miliar. Massa yang geram melakukan pemboikotan jalan, menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di sepanjang jalur utama kota.

Para pengunjuk rasa menuding adanya pembiaran sistematis yang dilakukan pihak manajemen bank. Koperasi Swadharma, yang membawa nama besar BNI, diduga kuat menjalankan praktik perbankan ilegal di dalam lingkungan kantor bank tersebut.

Salah satu korban, Sumiaty Pasaribu, menegaskan para nasabah tidak sekadar tertipu oleh oknum, melainkan menjadi korban kejahatan yang terstruktur.

"Kami adalah korban kejahatan penipuan dan penggelapan yang terjadi tepat di bawah hidung PT Bank BNI Cabang Pematangsiantar. Namun, pelakunya seolah dilindungi atau setidaknya kejahatan ini dibiarkan oleh para petinggi BNI di semua tingkatan," ujar Sumiaty dengan nada bergetar pada Mistar.

Ia juga menambahkan praktik penghimpunan dana tersebut dilakukan secara terang-terangan tanpa izin resmi dari otoritas terkait.

"Modus operandi menghimpun dana masyarakat dalam bentuk deposito simpanan berjangka Koperasi Swadharma. Dan kejanggalan aktivitas ini berjalan di dalam kantor BNI tanpa izin pimpinan Bank Indonesia, seolah-olah menjadi produk tandingan dari deposito resmi BNI," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan Merdeka masih lumpuh. Massa aksi menolak untuk membubarkan diri sebelum ada kepastian pertanggungjawaban dari pihak direksi BNI.

Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari titik kemacetan di area Jalan Merdeka. (hm25)