Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Wampu Bahorok, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Kondisi jenazah Rahmat saat ditemukan mengapung di aliran Sungai Wampu, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. (Foto: Istimewa/Mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Warga Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Wampu, tepatnya di kawasan areal PT Duta Cahaya Deli, Senin (8/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Rahmat (33), warga Dusun Bandar Muda, Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
Kapolsek Bahorok, AKP Tunggul Situmeang, menjelaskan informasi penemuan mayat diterima dari masyarakat sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, warga melaporkan adanya jasad seorang laki-laki yang diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
"Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Bahorok bersama Unit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi Mahlil (44), penjaga malam di PT Duta Cahaya Deli, mayat korban pertama kali ditemukan saat dirinya hendak buang air besar di sekitar teluk Sungai Wampu.
Saat berada di lokasi, saksi melihat sesosok tubuh manusia mengapung di aliran sungai dan diduga telah meninggal dunia. Ia kemudian memanggil warga sekitar, termasuk Azuansyah (56), untuk memastikan temuan tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi dengan mengevakuasi jasad korban ke daratan secara bergotong royong. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans desa menuju Puskesmas Bahorok untuk dilakukan pemeriksaan medis.
"Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter jaga Puskesmas Bahorok, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kapolsek.
Tidak lama setelah proses identifikasi berlangsung, istri korban bersama pihak keluarga datang ke Puskesmas Bahorok. Korban berhasil dikenali melalui ciri-ciri fisik, pakaian yang dikenakan, perhiasan berupa cincin dan kalung, serta tahi lalat yang berada di bawah bibir korban.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban sebelumnya meninggalkan rumah pada akhir Mei 2026 dengan tujuan mengunjungi rumah orang tuanya di kawasan Bahorok saat perayaan Iduladha. Namun hingga beberapa hari kemudian, korban tidak kunjung kembali.
Istri korban sempat mencari keberadaan suaminya ke rumah orang tua korban pada Jumat (5/6/2026), tetapi tidak berhasil menemukannya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan terhadap korban," ungkap AKP Tunggul Situmeang.
Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Setelah seluruh proses administrasi dan pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.






















