Identitas Tak Terungkap, Mayat Perempuan yang Ditemukan di Sungai Bah Bolon Dimakamkan

Jasad wanita yang ditemukan di Sungai Bah Bolon, Simalungun, dikebumikan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Hampir tiga pekan setelah ditemukan, identitas perempuan tanpa nama yang mengapung di Sungai Bah Bolon, Kabupaten Simalungun, masih belum diketahui. Polisi pun memutuskan memakamkan jasad korban karena tidak berhasil menemukan identitas maupun keluarganya.
Prosesi pemakaman dilakukan oleh Tim Forensik di lahan pemakaman khusus mayat tanpa identitas di kompleks RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Rabu (3/6/2026).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Bandar Huluan Ipda Amry Sitanggang, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengungkap identitas korban, termasuk pemeriksaan forensik dan pencarian data keluarga. Namun hingga batas waktu tertentu, identitas korban tidak juga diketahui.
"Kami sudah menempuh berbagai cara untuk mencari identitas dan keluarga mayat Mrs X ini, tapi tidak ditemukan. Hasil autopsi juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga diputuskan dimakamkan di lahan khusus milik rumah sakit umum," ujar Ipda Amry, Kamis (4/6/2026).
Meski telah dimakamkan, makam Mrs X tetap diberi tanda khusus agar memudahkan apabila suatu saat ada keluarga yang datang mencari keberadaan korban.
Kepala Ruangan Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih, Roni Sibarani, membenarkan proses penguburan tersebut dilakukan atas permintaan resmi dari Polsek Bandar Huluan.
"Penguburan mayat Mrs X tersebut diberikan tanda agar bisa diketahui apabila nantinya ada keluarga yang datang," kata Roni.
Sebelumnya, jasad perempuan tanpa identitas itu ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di aliran Sungai Bah Bolon pada Minggu (17/5/2026) sore.
Penemuan mayat bermula ketika dua warga, Heri Susanto, 41 tahun, dan Nuriadi, 35 tahun, sedang menjaring ikan dari kawasan Kampung Simponi Perdagangan menuju hilir Nagori Sugarang Bayu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, saat berada di Huta II Nagori Bah Lias, keduanya melihat sesosok tubuh terapung di pinggiran sungai dan tersangkut di ranting pohon waru. Setelah didekati, keduanya memastikan bahwa benda yang mereka lihat adalah mayat manusia. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan kebun Bah Lias.
Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk parah. Bagian kepala, tangan dan kaki korban dilaporkan telah mengalami kerusakan sehingga menyulitkan proses identifikasi. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang masih melekat pada tubuh korban, yakni satu celana panjang berwarna hitam bergaris merah dan satu kaos lengan panjang berwarna merah muda.
Tim Inafis Polres Simalungun yang dipimpin Aipda Sujid Saputra juga sempat menggunakan teknologi identifikasi untuk mengungkap identitas korban. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi mayat yang sudah rusak berat. (hm20)





















