Tuesday, August 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kronologi Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Bah Sosopon

Mistar.idSelasa, 18 Agustus 2026 pukul 17.01 WIB
kronologi_bocah_8_tahun_hilang_terseret_arus_sungai_bah_sosopon

Pencarian Hidayah Sitanggang yang hilang terseret arus Sungai Bah Sosopon, masih terus berlangsung. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Nasib nahas menimpa KHS, bocah berusia 8 tahun warga Jalan Melati, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Pelajar sekolah dasar ini hilang terseret derasnya arus Sungai Bah Sosopon, Kelurahan Pondok Sayur, Pematangsiantar, usai tergelincir dari pinggir sungai pada Senin (17/8/2026) sore.

Tragedi bermula sekitar pukul 17.05 WIB. Saat itu, korban menemani ayahnya, Rianto Sitanggang, mencari daun pisang di tepi sungai. Setelah usai, keduanya bersiap pulang dengan membawa hasil tebangan daun pisang.

Namun, di tengah perjalanan pulang, korban tiba-tiba tergelincir dan berteriak memanggil ayahnya. Mendengar jeritan sang anak, Rianto sigap berbalik dan sempat berhasil meraih tangan KHS. Nahas, hantaman arus sungai yang sangat deras membuat pegangan tangan sang ayah terlepas hingga tubuh bocah tersebut seketika hanyut terbawa aliran air.

Rianto yang panik sempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sepanjang tepi sungai, namun tak membuahkan hasil. Ia kemudian pulang untuk memberitahukan kejadian memilukan tersebut kepada istrinya, Yenni.

Sekitar pukul 20.05 WIB, kedua orang tua korban kembali ke lokasi. Warga sekitar yang menyadari adanya peristiwa tersebut segera melapor ke pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110.

Kapolsek Siantar Martoba, IPTU Edy J.J. Manalu, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan tim gabungan dari Polsek Siantar Martoba, BPBD Kota Pematangsiantar, serta Tim Medis PSC 119 langsung terjun ke lokasi begitu menerima laporan sekira pukul 20.09 WIB.

"Penyisiran langsung dilakukan malam itu juga menyusuri aliran sungai hingga ke area bendungan di sekitar Jembatan Pancur Tanjung Pinggir," terang IPTU Edy, Selasa (18/8/2026).

Namun, hingga pukul 23.05 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Mengingat kondisi medan yang gelap serta memperhitungkan keselamatan personel, operasi pencarian sementara dihentikan malam itu.

"Pencarian dilanjutkan kembali pada Selasa (18/8/2026). Tim gabungan bersama masyarakat kembali menyisir aliran sungai," jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN