Isak Tangis Ibu Jaka Malau Saat Tabur Bunga: Kejam Kali Orang Itu Sama Mu, Nak

Ibu korban bersimpuh melakukan doa bersama dan tabur bunga. (foto: abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Suasana haru menyelimuti depan Kantor Wali Kota Pematangsiantar di Jalan Merdeka, Sabtu (27/6/2026). Isak tangis tak terbendung saat Dahlia Siallagan, ibu kandung mendiang Jaka Malau, bersimpuh melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi tempat putranya diduga dikeroyok hingga meregang nyawa.
Sambil menahan kesedihan yang mendalam, Dahlia terus meratapi kepergian tragis buah hatinya.
"Teganya orang itu sama mu, anakku. Kejam kali orang itu sama mu, nak. Sakitnya kau rasakan bang, sakit kali kau ditunjangi (ditendangi) orang itu nak," ucap Dahlia dengan suara bergetar di sela tangisnya.
Perempuan paruh baya ini tak mampu menyembunyikan rasa lelah yang teramat sangat. Sudah sebulan terakhir, ia harus menguatkan diri bolak-balik mengawal proses hukum demi mencari keadilan bagi Jaka.
Di tengah kedukaan itu, Dahlia sangat menyayangkan sikap warga di sekitar lokasi yang terkesan acuh saat peristiwa kelam tersebut terjadi. Menurutnya, Jaka sempat memohon ampun kepada para pelaku, namun tak satu pun orang di sana bergerak menyelamatkannya.
"Udah minta ampun anakku itu, tapi tidak dipedulikan. Begitu ramainya warga, tapi gak ada yang berani menolong anakku ini," tuturnya.
Meski memikul beban duka yang berat, Dahlia mencoba mengikhlaskan kepergian sang anak. Di akhir doa, ia melepas Jaka dengan untaian harapan agar sang putra mendapat tempat terbaik di keabadian.
"Selamat jalan buat anakku, semoga diterima Tuhan. Apapun kesalahannya selama hidup, tolong dimaafkan, diampuni Tuhan," ucapnya.
Di lokasi yang sama, salah satu penasihat hukum keluarga korban, Chandra Malau, menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan. Pasalnya, aksi tabur bunga dan doa bersama ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Merdeka sedikit tersendat.
"Mohon maaf karena sedikit menggangu arus lalu lintas. Kegiatan ini murni untuk mengenang saudara kami yang meninggal dunia, yang kami duga kuat akibat tindakan kekerasan oleh oknum-oknum tertentu," ucap Chandra.























