Dari Malaysia, Ibu Korban Desak Polres Samosir Transparan Ungkap Kematian Army Siregar

Elly Tanjung, ibu kandung Army Siregar, korban pembunuhan di Lapas Pangururan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Ibu kandung Army Siregar mendesak kepolisian mengusut tuntas dan transparan kasus kematian anaknya yang terjadi di Lapas Pangururan pada 6 Oktober 2025 lalu.
Permintaan itu disampaikan Elly Tanjung kepada wartawan, Selasa (3/3/2026), melalui pesan WhatsApp dari Malaysia.
Dalam pesannya, Elly mempertanyakan sikap aparat saat rekonstruksi kasus berlangsung. Ia menyoroti larangan terhadap wartawan untuk mengambil foto dan merekam jalannya adegan ulang tersebut.
“Ada apa wartawan tidak diizinkan mengambil dokumentasi?” ucap Elly dalam rekaman suara yang dikirim saat proses rekonstruksi berlangsung.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar publik mengetahui secara jelas perkembangan penyelidikan, mulai dari proses pemeriksaan hingga penetapan tersangka.
Elly berharap tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan kasus yang menewaskan anaknya di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
Ia meminta aparat kepolisian bekerja profesional dan memberikan penjelasan resmi kepada keluarga terkait motif dan kronologi lengkap peristiwa.
“Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Tolong ungkap siapa pelakunya dengan terang-benderang dan transparan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Diketahui, Army Siregar meninggal dunia di dalam lapas yang berada di bawah pengawasan ketat petugas. Peristiwa itu mengejutkan keluarga dan masyarakat.
Rekonstruksi yang digelar penyidik disebut berlangsung di area lapas. Namun, sejumlah wartawan yang hadir tidak diperkenankan mengambil dokumentasi.
Larangan tersebut memicu pertanyaan berbagai pihak, termasuk keluarga korban, yang menilai keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Elly menegaskan dokumentasi media seharusnya diperbolehkan sebagai bagian dari transparansi penanganan perkara.
Menurutnya, kehadiran dan dokumentasi pers dapat mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.
Hingga kini, keluarga mengaku masih menunggu kejelasan hasil penyelidikan secara rinci, termasuk siapa saja yang bertanggung jawab atas kematian Army.
Elly juga meminta Kapolres Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan, mendengarkan keluhan dan harapan keluarga korban.
“Ibu Kapolres tentu memahami perasaan seorang ibu yang kehilangan anak,” katanya.
Keluarga berharap komitmen transparansi dari aparat penegak hukum benar-benar diwujudkan demi keadilan bagi Army Siregar serta memberikan kepastian hukum dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Guncangan Gempa 6,4 Magnitudo di Sinabang Terasa hingga ke Medan
















