Gempa Sinabang Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng: Tak Berpotensi Tsunami

Titik koordinat gempa di Sinabang. (foto: BMKG/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Kota Sinabang, Aceh, Selasa (3/3/2026) pukul 11.56 WIB tidak berpotensi tsunami.
BMKG menjelaskan gempa tersebut terjadi dikarenakan adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo–Australia menunjam ke Lempeng Eurasia. Berdasarkan analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.
"Episenter gempa terletak pada koordinat 1,85° LU, 96,40° BT atau tepatnya berpusat di laut berjarak 69 km arah tenggara Kota Sinabang, Aceh, dengan kedalaman 26 km. Gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo–Australia menunjam ke Lempeng Eurasia," kata Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam pernyataan persnya diterima Mistar.
Rahmat memaparkan gempa ini dirasakan di daerah Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Simeulue dengan skala intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI), yang artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
"Daerah Nias dan Pinangsori dengan skala intensitas III–IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Daerah Aceh Selatan, Meulaboh Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang, dan Subulussalam dengan skala intensitas III MMI. Artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu," ujarnya.
Rahmat menambahkan daerah Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Gayo Lues skala intensitasnya II–III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
"Daerah Bener Meriah, Banda Aceh, dan Aceh Besar dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Gempa yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami," ucapnya.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 13.15 WIB tercatat terjadi tiga kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo bervariasi, mulai 2,8 hingga 3,6.
BERITA TERPOPULER























