Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Medan Film Festival 2025 Hadirkan Tema ‘Remembering Future’, Angkat Memori Lokal ke Sinema Masa Depan

Mistar.idSabtu, 22 November 2025 pukul 06.01 WIB
medan_film_festival_2025_hadirkan_tema_remembering_future_angkat_memori_lokal_ke_sinema_masa_depan

Medan Film Festival Vol. 3 Angkat Tema ‘Remembering Future’ (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Medan Film Festival (MFF) kembali digelar untuk edisi ketiganya pada 22–23 November 2025, membawa gagasan besar tentang bagaimana film dapat menjadi penghubung antara jejak masa lalu dan masa depan.

Mengusung tema “Remembering Future”, festival ini menawarkan cara baru melihat sinema sebagai ruang untuk mengolah memori lokal, bunyi, dan cerita agar tumbuh menjadi bahasa visual yang mampu membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam perfilman.

Tema tersebut dipilih untuk menegaskan posisi film sebagai medium yang tidak sekadar menyimpan nostalgia, tetapi juga membentuk arah sinema global di masa mendatang. Melalui kurasi programnya, MFF Vol. 3 menampilkan lintasan perjalanan sinema dari berbagai budaya.

Tahun ini, festival menghadirkan delapan film panjang dari delapan negara, sepuluh film pendek pilihan, serta dua film klasik yang disajikan untuk memicu diskusi tentang sejarah dan masa depan film.

Direktur MFF, Andi Hutagalung, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk membangun ruang pertemuan yang lebih hidup antara sineas, komunitas, dan publik.

“Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang segar. Tema ini tidak hanya tentang nostalgia, tetapi bagaimana ingatan dapat membentuk masa depan dunia sinema,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Programer MFF, Daniel Irawan, juga mengundang masyarakat untuk menikmati seluruh tayangan dan diskusi selama dua hari festival. Penyelenggaraan MFF Vol. 3 terbagi di dua lokasi utama.

Pada hari pertama, 22 November 2025, Hall Binus University Medan menjadi tempat pembukaan, diskusi industri film, dan workshop proses kreatif. Sementara itu, Serayu Kopi menjadi ruang pemutaran film pendek yang menampilkan karya inovatif sineas muda.

Pada hari kedua, 23 November, Maple Theater Grand City Hall Medan menjadi pusat pemutaran film panjang dan film klasik, sekaligus lokasi penutupan festival yang dirangkai dengan diskusi bersama pembicara dan komunitas kreatif.

Tidak hanya menyajikan tontonan, MFF Vol. 3 juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan sineas lokal, komunitas film, musisi, penulis, hingga produser. Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem kreatif di Medan dan mendorong keterhubungan dengan industri film nasional maupun internasional.

Festival ini dapat diikuti secara gratis dan terbuka untuk masyarakat. Registrasi tersedia melalui tautan serta QR code yang dibagikan lewat media sosial resmi MFF.

Untuk diketahui, MFF merupakan festival film independen yang dibentuk untuk mendukung pengembangan ekosistem kreatif di Kota Medan. Sejak pertama kali digelar, MFF menjadi wadah bertemunya sineas lokal dan internasional untuk berbagi gagasan, berkolaborasi, serta mempromosikan film sebagai seni yang menjembatani berbagai budaya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN