Monday, November 2, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Martha Stewart Dikecam Gegara Kostum Halloween Mirip Tunawisma, Foto Dihapus dan Minta Maaf

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 18.29 WIB
martha_stewart_dikecam_gegara_kostum_halloween_mirip_tunawisma_foto_dihapus_dan_minta_maaf

Martha Stewart di Kota New York pada Oktober 2026 (kiri), dan pernyataannya di Instagram. (John Nacion/Getty via People/ig@Martha Stewart via People/Mistar)

"Martha Stewart menuai kecaman setelah mengunggah foto berkostum menyerupai tunawisma dengan papan bertuliskan “I AM HUNGRY HELP ME!”. Mengaku ingin meningkatkan kesadaran soal tunawisma, ikon gaya hidup AS itu akhirnya mengakui kostumnya tidak sensitif dan meminta maaf."


Pematangsiantar, MISTAR.ID (2/11/2026) — Niat mengangkat isu sosial justru menyeret Martha Stewart ke tengah kontroversi. Pengusaha sekaligus ikon gaya hidup Amerika Serikat tersebut dikecam setelah mengunggah foto kostum Halloween yang menyerupai seorang tunawisma. Foto itu kemudian dihapus setelah memicu reaksi negatif di media sosial.

Dalam foto kontroversial tersebut, Stewart mengenakan celana jeans robek, pakaian lusuh, riasan wajah yang dibuat kotor, serta membawa papan bertuliskan “I AM HUNGRY HELP ME!!” (Saya lapar, tolong saya!).

Unggahan itu menjadi sorotan karena dinilai menjadikan kemiskinan dan penderitaan tunawisma sebagai bahan lelucon. Kritik semakin menguat lantaran foto tersebut muncul dalam rangkaian unggahan yang turut mempromosikan koleksi lilin Halloween miliknya melalui QVC.

Sejumlah warganet menilai penampilan tersebut tidak sensitif terhadap orang-orang yang benar-benar mengalami tunawisma dan kesulitan ekonomi. Bahkan, setelah foto dihapus, kritik masih bermunculan di unggahan Instagram Stewart lainnya.

Martha Stewart Akhirnya Minta Maaf

Menanggapi kecaman tersebut, Stewart awalnya menjelaskan bahwa kostum itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan tunawisma. Ia juga menyebut masalah tersebut sebagai salah satu krisis sosial besar di Amerika Serikat dan mengklaim telah mendukung organisasi amal yang menangani persoalan tersebut.

Namun, penjelasan itu tidak menghentikan kontroversi. Dalam pernyataan berikutnya, Stewart mengakui bahwa pilihannya mengenakan kostum tersebut tidak sensitif dan tidak lucu.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung.

Perubahan sikap tersebut menjadi perkembangan penting dalam polemik yang awalnya bermula dari sebuah unggahan Halloween, tetapi kemudian berkembang menjadi perdebatan tentang empati, kemiskinan, dan tanggung jawab figur publik.

Siapa Martha Stewart? Pengusaha yang Membangun Kerajaan Bisnis Lifestyle

Martha Helen Stewart, lahir pada 3 Agustus 1941 di Jersey City, New Jersey, merupakan pengusaha, penulis, penerbit, dan tokoh televisi asal Amerika Serikat. Namanya dikenal luas melalui bisnis gaya hidup yang mencakup kuliner, dekorasi rumah, berkebun, kerajinan tangan, hingga penyelenggaraan acara.

Perjalanan kariernya dimulai dari dunia modeling dan pekerjaan sebagai pialang saham di Wall Street. Pada 1976, ia merintis bisnis katering dari rumahnya di Connecticut. Keahliannya dalam memasak, menata hidangan, dan mengelola acara kemudian menjadi fondasi kerajaan bisnisnya.

Pada 1982, Stewart menerbitkan buku Entertaining. Popularitasnya semakin meningkat setelah meluncurkan majalah Martha Stewart Living pada 1990.

Bisnisnya berkembang melalui Martha Stewart Living Omnimedia, yang melantai di Bursa Saham New York pada 1999. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu pengusaha perempuan paling berpengaruh di industri gaya hidup Amerika.

Rekam jejaknya juga mencakup sejumlah pencapaian di dunia hiburan. Pada 2023, ketika berusia 81 tahun, ia menjadi model sampul tertua Sports Illustrated Swimsuit hingga saat itu. Situs resminya juga mencatat puluhan buku dan penghargaan Emmy sepanjang kariernya.

Namun, perjalanan Stewart tidak lepas dari kontroversi. Pada 2004, ia dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan terkait penyelidikan transaksi saham ImClone Systems, termasuk memberikan pernyataan palsu dan menghalangi penyelidikan. Ia menjalani hukuman lima bulan penjara dan lima bulan tahanan rumah sebelum kembali membangun kariernya.

Bukan Kali Pertama Martha Stewart Tampil dengan Kostum Halloween

Halloween sebenarnya merupakan salah satu perayaan favorit Stewart. Ia dikenal gemar menyiapkan dekorasi, mengukir labu, dan merancang kostum unik setiap tahunnya.

Beberapa penampilannya yang pernah menarik perhatian antara lain kostum Queen Elizabeth I pada 2024, karakter Motha pada 2011, serta Jane of the Jungle pada 2005.

Kecintaannya terhadap Halloween membuat penampilan unik bukan hal baru bagi Stewart. Namun, kostum 2026 berbeda karena menggunakan gambaran kehidupan kelompok rentan sebagai inspirasi, sehingga memunculkan persoalan sensitivitas sosial.

Mengapa Kostum Martha Stewart Menuai Kritik?

Kontroversi ini memperlihatkan perbedaan antara niat seseorang dan dampak dari tindakannya. Meski Stewart mengklaim ingin meningkatkan kesadaran tentang tunawisma, sebagian masyarakat justru melihat kostumnya sebagai bentuk penggambaran kemiskinan yang tidak menghormati martabat manusia.

Terlebih, Stewart merupakan figur publik dengan kekayaan dan pengaruh besar. Penampilannya sebagai seseorang yang meminta makanan dan bantuan dianggap menciptakan kontras sosial yang tidak nyaman, apalagi ketika foto tersebut dikaitkan dengan promosi produk komersial.

Kasus ini juga memperlihatkan bahwa isu kemanusiaan tidak selalu tepat diangkat melalui humor atau kostum hiburan. Ada batas antara menyuarakan persoalan sosial dan menjadikan penderitaan kelompok rentan sebagai objek hiburan.

Pada akhirnya, kontroversi Martha Stewart menjadi pengingat bahwa popularitas dan kreativitas tetap perlu disertai empati. Niat baik untuk mengangkat persoalan sosial perlu diimbangi dengan cara penyampaian yang menghormati pengalaman dan martabat mereka yang mengalaminya.

(PEOPLE/Entertainment Weekly/TMZ/The Guardian/History.com/situs resmi Martha Stewart/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN