Lagu Pujian Simalungun Bergema di Jerman

Lagu pujian berbahasa Simalungun berjudul Dodingkon Amen Haleluya menggema di Gospel Kirchentag Stuttgart, Jerman. (foto: istimewa/mistar)

Kemeriahan acara saat lagu pujian berbahasa Simalungun berjudul Dodingkon Amen Haleluya menggema di Gospel Kirchentag Stuttgart, Jerman
Beri Kuliah Umum di 2 Universitas
European Gospel digelar setiap dua tahun dan warga Jerman selalu menantikan acara yang sangat spektakular ini. CreativeKirche bekerja sama dengn United Evangelical Mission dan gereja yang ada di wilayah Stutgart menjadi organizer dalam pelaksanaan tahun ini.
Selain diundang sebagai artis gerejawi di European Gospel Festival ini, Roynaldo Saragih juga memiliki serangkaian kegiatan dalam kunjungannya ke Jerman. Dia diundang sebagai dosen tamu untuk memberikan kuliah umum di 2 universitas yaitu di Hannover University of Music, Drama, Media dan Hildesheim University.
Roy, begitu biasa dipanggil juga memberikan workshop di beberapa kota di Jerman, antara lain Wuppertal, Hagen, Stuttgart. "Saya menjadi satu-satunya artis dan pembicara yang diundang dalam acara tersebut," ucap Roy bercerita tentang rangkaian workshop dan kuliah umum yang dihadirinya dalam rangkaian festival tersebut.
Dirinya secara khusus memberikan materi kuliah umum terkait teknik bernyanyi, yoga & musik, spritualitas dan Gospel Music.
Dikatakannya, misi perjalanannya dalam rangka mempererat networking, secara khusus mengenai global musik yang diinisiasi lewat konferensi musisi gereja 3 benua (Asia, Afrika dan Jerman) dimana Roynaldo selalu memberikan pandangan terhadap perkembangan musik gerejawi. Selanjutnya, Gospel Kirchentag ke 13 akan dilaksakanan September 2028 mendatang.
"Tujuan utama mengikuti festival ini adalah merayakan iman/spiritualitas, komunitas, dan keragaman melalui musik gospel. Kemudian juga merayakan kegembiraan hidup (Lebensfreude) lewat lagu-lagu gospel," katanya.
Melalui rangkaian acara Gospel Kirchentag, kata dia, mampu menyatukan pecinta gospel sehingga menjadi ajang pertemuan bagi ribuan penyanyi, paduan suara, band, dan pendengar dari seluruh Eropa dan dunia.
"Melalui ajang musik ini, kita juga berharap bisa menjadi jalan untuk mengembangkan musik gereja modern di Eropa yang sedang dilanda keterpurukan minat menghadiri peribadahan di gereja," ujarnya.
Belum Terlalu Populer di Indonesia
Roynaldo menyebutkan gospel merupakan genre musik yang belum begitu populer di Indonesia. Namun, perbendaharaan musik dalam budaya Indonesia tidak kalah menarik dan bahkan jauh lebih kaya dalam khasanah musik.
"Hanya saja Indonesia tidak sungguh-sungguh menggali dan mengelola budayanya untuk dapat diminati masyarakat dunia (global)," katanya.
Salah satunya, kata dia, alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan sudah masuk dalam materi perkuliahan formal/akademis. Namun, implementasinya masih kurang bergema dan masih perlu pengembangan lebih lanjut.
Lantas, bagaimana pengembangannya di Indonesia? Menurut Roy, musik gospel bisa berkembang di Indonesia karena aliran musik ini sudah mulai bertumbuh peminatnya. Namun, pengembangannya masih butuh upaya dan usaha.
"Caranya adalah dengan membangun komunitas, memperbanyak literasi dan pertunjukan gospel agar aliran musik gospel ini bisa berkembang lebih luas," ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Vanesha Prescilla Jajal Film Horor, Ini PerannyaNEXT ARTICLE
Pencipta Lagu Lilin-Lilin Kecil Meninggal Dunia


















