Iman Batax, Stand Up Comedy yang Sukses Jadi Master of Ceremony

Iman Batax, stand-up comedian yang kini sukses berkarier sebagai Master of Ceremony (MC). (Foto: Dokumentasi milik Iman Batax/Mistar)
Pria bersuku Batak Simalungun itu pun mengungkapkan asal mula memiliki nama panggilan Iman Batax. Ia mengaku panggilan “Batax” yang disematkan pada namanya sekarang berasal dari sebutan orang-orang kepadanya karena menjadi suku minoritas di lingkungan tempat dirinya tinggal.
“Ejek-ejekan bercanda aja awalnya itu, karena di rumahku dulu jarang orang Batak, cuma aku yang Batak, jadi ya dipanggil orang itu ‘Batax-Batax’. Tapi yaudah aku juga gak masalah, kujadikan aja itu nama panggungku, jadi kadang orang bertanya kenapa harus Batax panggilannya, yaudah itulah asal usulnya,” ujarnya.
Meski berperawakan sederhana, tampak lucu dan gaya bicara seadanya, Iman bukan seorang yang kosong. Ia merupakan lulusan kampus ternama di Kota Medan, yakni Universitas Sumatera Utara (USU). Jalannya yang sukses di dunia komunikasi pun pernah mengantarkannya menjadi seorang dosen praktisi.
“Aku dulu D3 Perpajakan, nyambung ambil S1-nya juga di USU tapi aku ambil FISIP. Karena menurutku ekonomi agak susah hahaha. Jadi aku ambil FISIP biar gak kosong-kosong kali lah. Kemarin juga sempat jadi pengajar di salah satu kampus swasta sebagai dosen praktisi gitu, senanglah berbagi ilmu,” tutur Iman.
Memiliki pengalaman di dunia komunikasi, namun tidak memberi jaminan seorang Iman Batax akan terus bertahan di bidang tersebut. Ia justru memiliki keinginan untuk memulai bisnis ke depannya. Cita-cita tersebut dinilainya seru jika benar terealisasi nantinya.
“Nah, aku kalau ditanya bang, jujur saja. Ke depan aku pinginnya sih bisnis, mulai bisnis gitu. Jujur mau ke situ arahnya, tapi aku gak mau gegabah, mungkin aku nikmati dulu sekarang di dunia MC, aku mau cari titik sampai aku merasa aman dulu di finansial, baru nanti pelan-pelan beralih ke bisnis. Hidup ini perjudian, kita harus punya pilihan sih menurutku buat jadi sukses,” katanya.
Tepat pada hari ini, Iman yang memasuki usia ke-43 tahun memiliki harapan tersendiri. Ia berharap tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tapi juga bisa bermanfaat bagi banyak orang ke depannya, terutama untuk mereka yang masih setia berada di belakangnya dalam meraih kesuksesan. (hm25)



















