Rupiah Melemah ke Rp18.108 per Dolar AS, Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Ilustrasi. (Foto: Sindonews.com)
Jakarta, MISTAR.ID - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Mata uang Garuda berada di level Rp18.108 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 25 poin atau 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Di sisi lain, peso Filipina menguat 0,05 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,08 persen, yen Jepang naik 0,09 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,15 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju juga menunjukkan pergerakan beragam. Euro menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,06 persen, dan franc Swiss menguat 0,09 persen. Adapun dolar Australia menjadi satu-satunya yang melemah dengan koreksi 0,37 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah. Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif pasca pengunduran diri Gubernur BI," ujar Lukman, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (hm25/CNN Indonesia)
PREVIOUS ARTICLE
KPPU Investigasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Semen di Sumut


















