Rupiah Melemah ke Rp17.910 per Dolar AS, Ini Pemicu Utamanya

Ilustrasi, Rupiah Melemah ke Rp17.910 per Dolar AS. (foto:dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID (23/7/2026) — Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Pelemahan Rupiah berada di level Rp17.910 per Dolar AS yang dipicu sentimen eksternal, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat harga energi global naik.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan kondisi pasar sedang merespons insiden serangan terhadap kapal pengangkut minyak di Selat Hormuz.
Sentimen negatif tersebut membuat harga minyak mentah dunia jenis Brent naik ke level 96 Dolar AS per barel.
"Karena itu, Rupiah kembali melemah di Rp17.910 per Dolar AS. Padahal, USD Index hanya sedikit melemah di 101,06," katanya, Kamis (23/7/2026).
Selanjutnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di level 6.346. Hal tersebut beriringan dengan kinerja mayoritas bursa saham Asia yang membaik.
Gunawan menilai, pergerakan Rupiah dan IHSG hanya akan bergantung pada sentimen teknikal. Kondisi Rupiah yang melemah tidak lepas dari sikap pelaku pasar yang masih menahan diri.
Saat ini, investor masih berhati-hati menanti arah kebijakan suku bunga acuan dari Bank Sentral AS (The Fed) pada pekan depan.
"Spekulasi yang berkembang mengarah pada kemungkinan kebijakan suku bunga acuan yang ditahan oleh The Fed. Jika memang ditahan, Rupiah akan terkendali di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per Dolar AS," ucapnya.
Meski memberi sedikit harapan, Gunawan menegaskan bahwa dinamika dan ketegangan di Selat Hormuz tetap menjadi ancaman nyata yang dapat memicu gejolak pasar dalam jangka pendek. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Cabai Rawit di Siantar Makin ‘Pedas’




















