Friday, August 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Prabowo Ungkap Kerugian Besar: Potensi Perikanan Rp 606 Triliun, 95% Dikuasai Kapal Asing

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 15.03 WIB
prabowo_ungkap_kerugian_besar_potensi_perikanan_rp_606_triliun_95_dikuasai_kapal_asing_

Foto: Iustrasi, KKP mengamankan pelaku penangkapan ikan ilegal di Selat Malaka.(foto: dok/Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (14/8/2026) - Presiden Prabowo Subianto menyebut laut Indonesia menyimpan potensi ekonomi perikanan yang sangat besar. Nilainya ditaksir mencapai 34 miliar dollar AS per tahun, atau sekitar Rp 606,288 triliun dengan kurs Rp 17.842 per dollar AS.

Sayangnya, manfaat itu belum sepenuhnya dirasakan. Menurut Prabowo, Indonesia baru bisa menikmati sekitar 5 persen. Sisanya, 95 persen, justru dibawa oleh kapal-kapal asing yang beroperasi tanpa izin.

“Perkiraan nilai perikanan kita tiap tahun sekitar 34 miliar dollar AS. Yang bisa kita nikmati baru mungkin 5 persen. Selebihnya diambil kapal negara lain tanpa seizin kita,” kata Prabowo saat berpidato kenegaraan di Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan Indonesia kehilangan pemasukan besar setiap hari karena kondisi ini.

Untuk menutup kebocoran itu, pemerintah akan membangun armada kapal ikan modern. Kebutuhan kapal disebut mencapai belasan ribu unit agar potensi laut bisa dikelola sendiri. Meski berat, Prabowo menekankan pembangunan harus segera jalan. Target awal 2027, pemerintah mulai memproduksi 1.582 kapal ikan modern.

“Kita bayangkan berapa besar yang hilang setiap hari dan malam. Kita wajib punya armada modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan besar, tapi harus kita mulai. Di 2027 nanti kita targetkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai,” jelasnya.

Di sisi hilir, pemerintah juga mendorong pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Setiap kampung akan dilengkapi pelabuhan atau dermaga, tempat pelelangan ikan, cold storage, bengkel pengolahan hasil laut, perumahan, sampai fasilitas sosial.

Saat ini sudah ada 100 kampung yang berdiri. Pemerintah menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih rampung dan beroperasi sebelum akhir Desember 2026.

Selain itu, untuk memperkuat ekonomi dari desa, pemerintah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP/Kopdes. Data terbaru menunjukkan 10.000 Kopdes sudah berdiri dan berjalan, dengan 3.300 di antaranya beroperasi optimal. Target akhir 2026 adalah 30.000 Kopdes aktif.

“Target kita akhir 2026 harus ada 30.000 koperasi merah putih yang berdiri dan jalan dengan baik,” tegas Presiden.

Lewat Kopdes Merah Putih, untuk pertama kalinya sejak merdeka, negara berupaya menguasai rantai pasok sendiri. Tujuannya agar harga dan distribusi tidak lagi dimainkan oleh segelintir pihak yang punya modal besar.

Prabowo menekankan pemerintah tidak anti pasar. Perekonomian tetap butuh pasar yang bergerak. Namun ia mengingatkan pasar bisa dimanipulasi dan diatur oleh pemodal besar. Karena itu rakyat perlu dikuatkan lewat koperasi.

“Ekonomi berjalan karena pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, bisa dirusak, bisa diatur oleh yang punya modal besar. Maka rakyat harus kita bantu, kita organisir, kita berdayakan lewat koperasi. Koperasi yang kita bantu, kita perkuat, kita berdayakan,” pungkasnya. (Kompas.com/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN