Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

DKP Sumut Genjot Perikanan Tangkap Berbasis Hilir, Nelayan Dapat Kapal hingga Fasilitas Olahan

Mistar.idSabtu, 28 Maret 2026 pukul 15.04 WIB
dkp_sumut_genjot_perikanan_tangkap_berbasis_hilir_nelayan_dapat_kapal_hingga_fasilitas_olahan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Supriyanto. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memperkuat sektor perikanan tangkap lewat program strategis berbasis pengembangan komoditas unggulan hingga ke hilir. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pengolahan produk agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Kepala DKP Sumut, Supriyanto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2029. Pendekatan yang diterapkan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.

“Program ini dirancang berbasis hilir. Jadi bukan hanya soal nelayan menangkap ikan, tetapi bagaimana hasil tangkapan itu bisa diolah dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya melalui keterangan yang diterima Mistar, Sabtu (28/3/2026).

Ia mengatakan, Pemprov Sumut telah menetapkan sejumlah komoditas unggulan di beberapa wilayah pesisir. Komoditas ikan teri akan dikembangkan di Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, dan Kabupaten Batubara. Sementara itu, pengembangan ikan asin difokuskan di Kota Sibolga.

“Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai bentuk bantuan, di antaranya peralatan pengolahan seperti alat pengering ikan teri serta pembangunan rumah pengasapan ikan asin di Sibolga guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa bantuan juga menyasar sektor hulu berupa penyediaan kapal berkapasitas 5 Gross Tonnage (GT), alat tangkap, serta mesin kapal bagi nelayan.

“Untuk nelayan, kami siapkan kapal, alat tangkap, dan mesin. Sedangkan untuk hilir, kami berikan fasilitas pengolahan seperti alat pengering dan rumah pengasapan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi penerima bantuan ditentukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Beberapa daerah yang diusulkan antara lain Batu Mare, Tanjung Mare, dan Sibolga, yang saat ini juga menghadapi tekanan ekonomi.

Khusus di Sibolga, permintaan kapal 5 GT menjadi perhatian utama karena dinilai mampu meningkatkan hasil tangkapan secara signifikan dibandingkan perahu tradisional.

“Nelayan di Sibolga membutuhkan kapal 5 GT karena lebih produktif. Ini menjadi prioritas kami untuk mendorong peningkatan pendapatan mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa program ini juga menyasar kelompok nelayan yang terdampak bencana dan tekanan ekonomi. Sedikitnya lima kelompok nelayan di wilayah Asahan, Tanjung Balai, Batubara, dan Sibolga menjadi target penerima manfaat tahap awal.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan ekonomi nelayan sekaligus meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

“Harapannya, nelayan bisa segera pulih, produksinya meningkat, dan pendapatan mereka ikut naik,” katanya.

Terkait pelaksanaan, Supriyanto menyebut proses pengadaan kapal diperkirakan memakan waktu sekitar lima bulan. Informasi teknis lanjutan akan disampaikan dalam waktu dekat.

Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pemprov Sumut optimistis sektor perikanan tangkap dapat menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah, khususnya di kawasan pesisir. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN