Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kinerja Petani Membaik, NTP Sumut Naik 0,35 Persen di November 2025

Mistar.idJumat, 12 Desember 2025 pukul 17.48 WIB
kinerja_petani_membaik_ntp_sumut_naik_035_persen_di_november_2025

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfarudin. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat adanya peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumut sebesar 0,35 persen pada November 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. NTP Sumut naik dari 148,81 menjadi 149,33.

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfarudin, menjelaskan bahwa kenaikan NTP ini didorong oleh membaiknya NTP di empat subsektor, sementara hanya satu subsektor yang mengalami penurunan tajam.

“Kenaikan NTP November 2025 disebabkan naiknya NTP empat subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,37 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,88 persen, NTP subsektor Peternakan sebesar 0,88 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 2,25 persen. Sementara itu, NTP subsektor Tanaman Hortikultura mengalami penurunan sebesar 8,59 persen,” kata Misfarudin, Jumat (12/12/2025).

Meskipun NTP naik, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) secara agregat justru mengalami penurunan sebesar 0,57 persen, yaitu dari 185,21 menjadi 184,16. Penurunan It ini utamanya disebabkan turunnya harga pada subsektor hortikultura sebesar 9,03 persen, dengan komoditas penyumbang terbesar adalah cabai merah, kol/kubis, dan tomat.

Sebaliknya, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), yang mencerminkan biaya konsumsi dan produksi, mengalami penurunan sebesar 0,91 persen. Penurunan Ib ini terjadi di seluruh subsektor, didorong turunnya Indeks Kelompok Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), yang mayoritas dipengaruhi oleh penurunan harga cabai merah dan beras.

Misfarudin merinci komoditas utama yang mendorong kenaikan dan penurunan di berbagai subsektor. Pada subsektor Tanaman Pangan (NTPP naik 1,37 persen), kenaikan terbesar disebabkan komoditas jagung, ketela pohon, dan ketela rambat, meskipun indeks harga padi turun 0,60 persen.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR naik 0,88 persen) mengalami kenaikan dipengaruhi oleh komoditas kopi. Peternakan (NTPT naik 0,88 persen) mengalami kenaikan disumbang oleh ayam ras pedaging, kambing, dan domba/biri-biri. Perikanan (NTNP naik 2,25 persen) meningkat karena hasil kembung (kombong/sumbo), tongkol, dan nila tawar.

“Secara keseluruhan, NTP Sumut membaik karena penurunan harga barang dan jasa yang dibayar petani (Ib) lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian yang diterima petani (It), kecuali untuk subsektor hortikultura yang mengalami tekanan harga signifikan,” ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN