Friday, July 31, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Bahan Bangunan di Siantar Melambung hingga 100 Persen

Mistar.idKamis, 30 Juli 2026 pukul 11.56 WIB
harga_bahan_bangunan_di_siantar_melambung_hingga_100_persen

Seorang pembeli saat berada di salah satu toko bahan bangunan di Kelurahan Tambun Nabolon, Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Harga berbagai bahan bangunan di Kota Pematangsiantar mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, untuk jenis material tertentu seperti seng, kenaikannya mencapai 100 persen dibandingkan harga sebelumnya.

Pantauan Mistar, Kamis (30/7/2026) di sejumlah toko material atau panglong menunjukkan hampir seluruh bahan bangunan mengalami penyesuaian harga. Kenaikan terjadi pada semen, batu bata, besi, pasir, cat, dengan rata-rata kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen. Namun, beberapa material mengalami lonjakan yang jauh lebih tinggi.

Pemilik panglong di Kelurahan Tambun Nabolon, bermarga Lubis, mengatakan harga semen kini mencapai Rp70.000 per sak dari sebelumnya Rp50.000. Batu bata yang semula dijual Rp400 per biji naik menjadi Rp500 hingga Rp600 per biji, sedangkan harga pasir meningkat dari Rp200.000 menjadi Rp250.000 per truk.

Selain itu, harga besi ukuran standar dan cat minyak naik dari Rp50.000 menjadi Rp70.000. Cat tembok juga mengalami kenaikan dari Rp90.000 menjadi Rp100.000 per kaleng. Sementara itu, harga batu padas masih bertahan di angka Rp400 per biji.

"Yang paling luar biasa, harga seng sekarang benar-benar gila, Rp61.000 per meter, padahal dulunya cuma Rp31.000. Kenaikannya sampai 100 persen," ujar Lubis.

Kenaikan harga material tersebut berdampak pada daya beli masyarakat. Banyak warga yang menunda pembangunan maupun renovasi rumah karena anggaran yang disiapkan tidak lagi mencukupi.

Di sisi lain, para pedagang bahan bangunan juga mengaku terdampak akibat penurunan jumlah pembeli. Menurut Lubis, banyak pelanggan tetap membatalkan pembelian atau menunda proyek karena tidak mampu mengikuti kenaikan harga material.

"Omzet langsung anjlok. Banyak pelanggan lama yang akhirnya mundur karena nggak sanggup ikut harga sekarang," katanya.

Para pengusaha toko bangunan dan warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan bangunan agar tidak terus mengalami kenaikan dan aktivitas pembangunan masyarakat dapat kembali berjalan normal. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN