Friday, August 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Batas Gaji Rumah Subsidi Naik Jadi Rp14 Juta, Tapi 45% Pembelinya Masih Gaji Rp4-6 Juta

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 17.34 WIB
batas_gaji_rumah_subsidi_naik_jadi_rp14_juta_tapi_45_pembelinya_masih_gaji_rp46_juta_

Teks foto: Ilustrasi, rumah subsidi.(Foto:Detikcom)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (14/8/2026) - Pemerintah sudah menaikkan batas gaji untuk pembeli rumah subsidi. Kini masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR dengan gaji sampai Rp14 juta per bulan bisa ikut program FLPP. Tapi kenaikan itu belum mengubah peta pembeli.

Badan Pusat Statistik mencatat, dari 91.531 unit rumah subsidi yang disalurkan lewat FLPP sepanjang semester I-2026, mayoritas justru dinikmati kelompok gaji menengah bawah.

Data BPS yang dirilis Kamis 13/8/2026 menunjukkan paling banyak membeli adalah dengan gaji Rp4-6 juta/bulan, jumlahnya 41.500 orang. Ini kelompok terbesar, 45% dari total

Di bawah Rp4 juta, sebanyak 23.622 orang. Gaji Rp6-8 juta sebanyak 18.681 orang. Gaji Rp8-10 juta 6.866 orang. Gaji Rp10-12 juta 764 orang dan gaji Rp12-14 juta sebanyak 98 orang

"Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kelompok pendapatan antara Rp4 sampai dengan Rp6 juta," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Menurut Amalia, kelompok MBR dengan pendapatan lebih tinggi tampaknya belum tertarik memanfaatkan FLPP.

Kenaikan ini tertuang di Permen PKP No. 5 Tahun 2025. Besarannya dibedakan per zona dan status kawin.

Zona 4 Jabodetabek paling tinggi. Rp12 juta untuk belum kawin, Rp14 juta untuk sudah kawin dan peserta Tapera.

Zona 3, Papua, Rp10,5 juta belum kawin, Rp12 juta sudah kawin.

Zona 2, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Rp9 juta belum kawin, Rp11 juta sudah kawin.

Zona 1, Jawa di luar Jabodetabek, Sumatera, NTT, NTB, Rp8,5 juta belum kawin, Rp10 juta sudah kawin.

Artinya, ruang untuk beli rumah subsidi kini lebih lebar. Tapi dari data, animo kelompok gaji Rp10 juta ke atas masih sangat kecil. Totalnya di bawah 1.000 orang dari 91 ribu lebih penerima.(Detikcom/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN