Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tiga Dosen Universitas Asahan Kembangkan Sistem Deteksi Dini Cuaca Ekstrem Berbasis Web

Mistar.idSelasa, 30 Desember 2025 pukul 15.26 WIB
tiga_dosen_universitas_asahan_kembangkan_sistem_deteksi_dini_cuaca_ekstrem_berbasis_web

Tiga dosen Universitas Asahan yang berhasil mengembangkan system deteksi dini cuaca ekstrem berbasis web. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Inovasi di bidang teknologi dan sains atmosfer lahir dari kampus Universitas Asahan (UNA). Tiga dosen peneliti UNA berhasil mengembangkan sistem deteksi dini cuaca ekstrem berbasis web yang dirancang untuk mengidentifikasi fenomena chaos awan secara lebih cepat dan akurat.

Riset bertajuk 'Implementasi Algoritma Spectral Angle Mapper untuk Deteksi Fenomena Chaos Berbasis Web' ini digadang-gadang mampu menjadi solusi baru dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem, khususnya yang dipicu oleh pembentukan awan berbahaya seperti cumulonimbus.

Tim peneliti dosen tersebut, terdiri dari Assoc Dr Wanayumini SKom MKom, Dr M Sabir Ramadhan SKom MKom, dan Dewi Astuti SPd MPd. Mereka merancang sistem berbasis daring yang memungkinkan pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara lebih luas dan efisien.

Fenomena chaos atmosfer selama ini dikenal sulit diprediksi karena perubahan awan dapat terjadi sangat cepat. Padahal, keterlambatan deteksi kerap berdampak pada minimnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Melalui sistem ini, potensi cuaca buruk dapat teridentifikasi lebih awal sehingga peringatan dini bisa disampaikan secara tepat waktu,” ujar Wanayumini dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Dikatakannya, sistem ini memanfaatkan Algoritma Spectral Angle Mapper (SAM), metode analisis citra yang mampu membandingkan kemiripan spektral antar data visual tanpa dipengaruhi intensitas cahaya. Pendekatan ini membuat hasil analisis lebih stabil dan objektif.

“Algoritma SAM bekerja dengan mengukur sudut vektor warna antara citra referensi dan citra target, sehingga klasifikasi kondisi atmosfer menjadi lebih akurat,” kata M Sabir Ramadhan.

Dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python, sistem ini dilengkapi berbagai fitur unggulan di antaranya visualisasi heatmap untuk mempermudah identifikasi wilayah awan berpotensi ekstrem pada satu wilayah. Menurut Sabir, fitur-fitur tersebut dirancang agar proses analisis menjadi lebih sistematis dan efisien.

Rektor Universitas Asahan, Assoc Prof Dr Mangaraja Manurung, mengapresiasi capaian para dosen peneliti tersebut. Ia menilai riset ini selaras dengan arah kebijakan pengembangan penelitian berbasis kualitas dan kebermanfaatan.

“Inovasi ini mencerminkan komitmen UNA dalam mengembangkan riset terapan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Universitas Asahan, Mapilindo, berharap inovasi ini mampu memacu semangat dosen lain untuk terus berkontribusi melalui riset unggulan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN