20.9 C
New York
Wednesday, June 12, 2024

Intervensi Serentak Cegah Stunting di Siantar, Susanti: Tak Boleh Lengah

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani mencanangkan intervensi serentak cegah stunting, pada Senin (10/6/24).

Pencanangan itu berlangsung di Posyandu A/1/03, Jalan Bah Lias, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara.

Susanti menyampaikan, angka prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar tahun 2023 yakni 7,7 persen. Dalam arti, dari 100 anak ada 7-8 orang yang mengalami stunting. Sedangkan angka prevalensi stunting Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 18,9 persen dan nasional 21,5 persen. Dia berharap angka stunting di Kota Pematangsiantar bisa terus menurun.

Baca juga:Cegah Stunting, Dinkes Medan Intensifkan Upaya dengan Intervensi Serentak di Posyandu

“Dengan angka stunting lebih baik dibandingkan angka tingkat provinsi dan nasional, kita tetap tidak boleh lengah. Mengingat Pematangsiantar merupakan kota strategis dinamika penduduk bisa naik turun, termasuk angka stunting. Sehingga perlu kewaspadaan dan perhatian,” pesan Susanti dalam arahannya.

Menurutnya, stunting merupakan kondisi tinggi badan anak tidak sesuai usia. Bisa saja sekarang masih lincah dan sehat, namun di kemudian hari kurang cerdas.

“Ini yang ditakutkan, akademis tertinggal dan sering sakit. Dampaknya tidak sekarang, tapi ke depan. Jika tidak diambil tindakan sekarang, kita tidak dapat akan mendapatkan bonus demografi secara positif,” papar dokter anak itu.

Pada kesempatan itu, dirinya berterima kasih kepada kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan beberapa waktu lalu.

Baca juga:Koordinasi Intervensi Serentak, Percepatan Penurunan Stunting di Sumut

“Ikut pelatihan, bertambah tambah ilmu untuk masyarakat. Jika kita bermanfaat bagi orang lain, kita akan tambah bahagia. Karena hidup harus bermanfaat bagi orang lain,” sebutnya.

Dikatakan, untuk mempercepat penurunan angka stunting harus dilakukan perbaikan seluruh aspek. Seperti kondisi ekonomi orang tua, akses kesehatan, dan juga penerimaan bantuan sosial (bansos).

“Jika semua bersinergi, berkoordinasi dan bekerja sama, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kita bisa bersemangat mengentaskan stunting. Sehingga kehidupan masyarakat akan lebih baik,” pungkas Susanti.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Irma Suryani dalam laporannya menyampaikan, angka prevalensi di Indonesia cukup tinggi. Jika tidak diatasi, akan mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia.

Baca juga:Cegah Stunting, TPL Akan Bangun Sarana MCK Komunal di Sangga Pati Tapsel

Dokter gigi itu bilang, butuh koordinasi antar sektor dengan melibatkan pemangku kepentingan, dunia usaha, dan lainnya. Target angka program pemerintah, stunting nasional bisa diturunkan hingga 14 persen.

“Keberhasilan Kota Pematangsiantar ini menunjang capaian nasional. Ke depan, agar dapat kita turunkan lebih baik lagi sehingga anak-anak dapat menyongsong masa depan lebih baik,” ucapnya.

Dinkes Kota Pematangsiantar, kata dia, telah melaksanakan rangkaian kegiatan intervensi serentak penurunan stunting, seperti workshop bagi 1.240 kader Posyandu pada 20-31 Mei 2024 lalu. Dilanjutkan pengukuran bagi ibu hamil dan balita sejak Selasa (4/6/24).

“Melalui pengukuran, kita bisa melihat situasi dan kondisi ibu hamil dan balita. Dengan dukungan Wali Kota, intervensi serentak penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik dan kita harapkan capaiannya 100 persen,” kata Irma. (jonatan/hm16)

Related Articles

Latest Articles