Tren Harga Emas Anjlok Masih Berlanjut, Pengamat: Dipengaruhi Dolar AS

Petugas menunjukkan cetakan produk emas batangan Antam di butik logam mulia. (Foto: Bloomberg Technoz)
Medan, MISTAR.ID
Tren koreksi tajam pada harga penjualan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di pasar domestik dilaporkan masih terus berlanjut.
Memasuki hari keempat Juni, Kamis (4/6/2026), harga logam mulia tersebut kembali merosot signifikan setelah sempat mencatatkan reli penguatan pada akhir Mei 2026.
Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam kembali melemah sebesar Rp15.000 per gram. Dengan demikian, jika dihitung secara akumulatif sejak pembukaan perdagangan pada Senin, 1 Juni lalu, total penurunan harga emas Antam di dalam negeri sudah amblas hingga Rp40.000 per gram.
Berdasarkan pembaruan data resmi dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam hari ini dibanderol di angka Rp2.759.000.
Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan posisi awal pekan yang sempat bertengger nyaman di level tertinggi Rp2.799.000 per gram.
Sejalan dengan merosotnya harga pasaran, grafik harga pembelian kembali (buyback) oleh pihak Antam juga ikut terseret turun ke level Rp2.571.000 per gram, alias mengalami penyusutan modal sebesar Rp13.000 jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sehari sebelumnya.
Kondisi anjloknya harga emas Antam domestik ini terbilang anomali jika dibandingkan dengan kinerja indeks emas di pasar komoditas internasional yang justru memperlihatkan daya tahan yang solid terhadap guncangan pasar keuangan.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan secara global instrumen investasi pelindung nilai (safe haven) ini masih perkasa di tengah gempuran sentimen negatif pasar saham dan penguatan mata uang Dolar AS.
"Harga emas dunia terpantau masih sangat kokoh bertahan di kisaran level 4.461 dolar AS per ons troy, atau jika dikonversikan setara dengan kisaran Rp2,59 juta per gramnya. Harga emas global terbukti masih mampu resisten menahan koreksi di tengah banyaknya sentimen negatif, khususnya dipicu oleh eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas belakangan ini di Selat Hormuz," kata Gunawan, Kamis (4/6/2026).
Menurut Gunawan, adanya jarak (gap) pergerakan antara emas Antam lokal dan emas dunia ini terjadi akibat pengaruh faktor nilai tukar mata uang domestik.
Tekanan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh level kritis, membuat penyesuaian harga emas Antam di butik-butik lokal menjadi lebih dinamis dan rentan mengalami aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar lokal.
"Secara prinsip, ketegangan geopolitik internasional merupakan bahan bakar utama bagi penguatan harga emas dunia. Selama risiko militer di Timur Tengah belum mereda, harga emas global diproyeksikan akan tetap menjadi instrumen buruan investor institusi untuk mengamankan aset dari risiko inflasi dan fluktuasi mata uang yang pada akhirnya akan kembali mengerek naik harga emas domestik dalam jangka menengah," ucap Gunawan.
Berikut harga emas Antam pada perdagangan, Kamis (4/6/2026):
- 0,5 gram: Rp1.429.500
- 1 gram: Rp2.759.000
- 2 gram: Rp5.458.000
- 3 gram: Rp8.162.000
- 5 gram: Rp13.570.000
- 10 gram: Rp27.085.000
- 25 gram: Rp67.587.000
- 50 gram: Rp135.095.000
- 100 gram: Rp270.112.000
- 250 gram: Rp675.015.000
- 500 gram: Rp1.349.820.000
- 1.000 gram: Rp2.699.600.000. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Level Rp18.000


















