Kunjungan Turis Asing ke Jepang Anjlok, Pertama Kalinya Sejak 4 Tahun Lalu

Ilustrasi penurunan jumlah kunjungan turis asing ke Jepang. (foto: AP/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang pada Januari 2026 mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.
Data Japan National Tourism Organization (JNTO) yang dirilis, Rabu (18/2/2026), menunjukkan total kunjungan wisatawan asing mencapai 3.597.500 orang. Angka tersebut turun 4,9 persen dibandingkan Januari 2025.
Penurunan ini terutama dipicu merosotnya jumlah turis asal China hingga 60,7 persen. Hubungan politik yang memanas antara Jepang dan China disebut menjadi salah satu faktor utama.
Laporan media Jepang, The Asahi Shimbun, menyebut penurunan serupa terakhir terjadi pada Januari 2022 saat pembatasan perjalanan akibat pandemi COVID-19 masih diberlakukan.
Ketegangan diplomatik meningkat setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu terkait situasi darurat di Taiwan menuai protes dari pemerintah China. Sejak itu, jumlah wisatawan China ke Jepang tercatat turun selama dua bulan berturut-turut.
Pemerintah China juga mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang, terutama menjelang libur Tahun Baru Imlek. Tiga maskapai besar China bahkan memberikan kebijakan pembatalan gratis untuk penerbangan tujuan Jepang hingga 24 Oktober.
Dari sisi pasar wisata, Korea Selatan menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 1.176.000 kunjungan atau naik 21,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Taiwan berada di posisi kedua dengan 694.500 kunjungan, meningkat 17 persen, sementara China mencatat 385.300 kunjungan.
Selain China, pasar lain yang mengalami penurunan adalah Hong Kong (turun 17,9 persen) dan Malaysia (turun 3,3 persen). Pergeseran jadwal libur Imlek juga turut memengaruhi statistik kunjungan. Tahun lalu, libur dimulai akhir Januari, sedangkan tahun ini jatuh pada pertengahan Februari.
Sebelumnya, jumlah wisatawan China sempat tumbuh 3 persen pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada Desember angkanya turun 45,3 persen dan kembali melemah pada Januari 2026.






















