Pariwisata Sumut Tumbuh Positif 2025, Kunjungan Turis Tiongkok Melonjak Tajam

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra. (foto:amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kinerja sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan signifikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara akumulatif, dengan lonjakan tajam turis asal Tiongkok sebagai salah satu pendorong utama.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, memaparkan bahwa secara agregat selama periode Januari hingga November 2025, jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut mencapai 268.939 kunjungan. Angka ini naik sebesar 17,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang berjumlah 229.013 kunjungan.
“Meskipun pada November 2025 terjadi penurunan bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 15,45 persen menjadi 20.987 kunjungan, namun jika dibandingkan November tahun lalu (year on year/y-on-y), angka ini tetap tumbuh 8,62 persen,” kata Asim, Rabu (21/1/2026).
Hingga saat ini, Malaysia masih menjadi pasar utama pariwisata Sumut dengan kontribusi sebesar 54,75 persen. Namun, sorotan utama tertuju pada pasar Tiongkok yang menunjukkan pertumbuhan paling agresif.
Tiongkok mengalami peningkatan kunjungan tertinggi sebesar 50,43 persen secara y-on-y (November 2025 terhadap November 2024). Secara agregat sepanjang 2025, kenaikannya bahkan mencapai 57,78 persen.
Negara lain seperti Singapura menyumbang 6,74 persen, diikuti Tiongkok 4,18 persen, Jerman 1,40 persen, dan Amerika Serikat 1,14 persen. Turis asal Jerman tercatat mengalami penurunan terbesar pada November 2025, yakni mencapai 56,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Seiring dengan pergerakan wisatawan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada November 2025 rata-rata mencapai 42,62 persen, naik dari angka 40,70 persen pada Oktober 2025.
“Hotel bintang lima masih menjadi favorit wisatawan dengan tingkat hunian tertinggi mencapai 60,10 persen. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang juga naik menjadi 1,52 malam,” ucap Asim.
Untuk hotel nonbintang, kondisi terpantau sedikit berbeda dengan TPK rata-rata 22,61 persen, mengalami penurunan tipis 0,56 poin secara bulanan. Secara gabungan (bintang dan nonbintang), TPK hotel di Sumut berada di level 30,02 persen.
BPS menilai penurunan kunjungan pada bulan November merupakan fenomena musiman yang juga terjadi secara nasional, di mana kunjungan wisman ke Indonesia secara keseluruhan turun 7,36 persen pada periode yang sama.
Meski demikian, pertumbuhan tahunan yang tetap terjaga memberikan sinyal kuat pemulihan sektor pariwisata Sumut menjelang akhir tahun 2025 dan awal 2026. (hm27)






















