Warga Toba Tinggalkan Pariwisata, Inginkan Pertanian Jadi Prioritas Pembangunan 2027

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus. (foto:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Sektor pariwisata mulai ditinggalkan masyarakat Toba. Hal tersebut terlihat dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Toba tahun 2027 di 10 kecamatan, yang tidak sekalipun menyinggung sektor pariwisata. Masyarakat lebih dominan mengusulkan pembangunan sektor pertanian.
Sejumlah masyarakat Toba mengatakan, sektor pariwisata masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Toba secara merata, sebab mayoritas masyarakat masih belum mampu meninggalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama.
"Sepuluh tahun berjalan dunia pariwisata Toba, sejak 2016 sepertinya tidak mengalami peningkatan signifikan dan bisa dikatakan jalan di tempat. Sehingga masyarakat yang mayoritas petani belum siap beralih ke sektor pariwisata dan menganggap pertanian sektor yang paling menjanjikan," ujar Aldi, salah seorang warga Porsea.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, mengatakan tidak dapat dipungkiri hampir 75 persen masyarakat di Kabupaten Toba menggantungkan mata pencaharian sebagai petani sehingga menjadi faktor utama yang didukung untuk program pencapaian tahun 2025–2030.
"Sektor pertanian yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat. Bukan berarti pariwisata tidak penting. Tetapi kita masukkan ke urutan nomor dua dalam program pencapaian," kata Audi, Selasa (3/3/2026).
Lanjut Wakil Bupati Toba, dapat dilihat bagaimana geliat pariwisata di Kabupaten Toba semakin melemah. Demikian juga dukungan dari para pelaku usaha kepariwisataan dalam memajukan dunia usaha di sektor pariwisata untuk menarik minat wisatawan berkunjung dan tinggal lebih lama.
"Hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dari sektor pariwisata tidak semaksimal yang dihasilkan dari sektor pertanian," tutur Wakil Bupati Toba. (hm27)




















