Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Air PDAM Tirtanadi Samosir Mati Hampir Sepekan, Warga Siogung-ogung Keluhkan Pelayanan

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 16.04
journalist-avatar-top
air_pdam_tirtanadi_samosir_mati_hampir_sepekan_warga_siogungogung_keluhkan_pelayanan

Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Samosir. (F. Pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Sejumlah warga Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, mengeluhkan tidak mengalirnya air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Cabang Samosir selama sepekan terakhir. Apalagi tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak pengelola, sehingga mengganggu kebutuhan dasar sehari-hari.

“Hampir seminggu air tidak mengalir. Kami kewalahan untuk kebutuhan mencuci, mandi, dan keperluan lainnya. Tidak ada pemberitahuan dari pihak PDAM apakah ada perbaikan atau apa permasalahannya,” kata R. Sitanggang, warga Simangonding, Selasa (3/3/2026)

Menurutnya, ketiadaan informasi membuat warga tidak memiliki persiapan untuk mencari alternatif sumber air.

Keluhan serupa disampaikan Luther Naibaho, warga Huta Parik, Kelurahan Siogung-ogung. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat terhentinya suplai air.

“Sudah seminggu kami kesulitan. Ke kamar mandi pun harus menggunakan air galon. Tidak ada suplai dari PDAM. Ini menambah beban, terutama untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Kami terpaksa membeli air galon tambahan atau mengambil air dari sumber lain,” katanya.

Selain persoalan air yang kerap tidak mengalir, warga juga menyoroti kualitas air saat pasokan normal. Air disebut sering bercampur lumpur sehingga dinilai tidak layak digunakan.

Luther menduga air dialirkan langsung dari gardu induk ke pelanggan tanpa melalui proses pengendapan di reservoir.

“Mungkin dari gardu induk langsung dialirkan ke pelanggan tanpa melalui reservoir atau proses pengendapan, sehingga air yang sampai ke rumah bercampur lumpur dan tidak layak dikonsumsi,” ucapnya.

Ia berharap PDAM Tirtanadi Cabang Samosir lebih memperhatikan kualitas dan kontinuitas distribusi air agar warga tidak terbebani pengeluaran tambahan untuk membeli air bersih serta terhindar dari risiko penyakit.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Samosir, Rudiman Simarmata, melalui pesan WhatsApp, mengakui pihaknya belum sempat menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan.

“Memang kami belum sempat membuat pemberitahuan karena fokus mencari titik kebocoran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terhentinya suplai air disebabkan kebocoran pada pipa distribusi. Namun, upaya distribusi air darurat juga terkendala karena mobil tangki sedang mengalami kerusakan.

“Mobil tangki sedang rusak. Kami berusaha sejak semalam mencari titik pipa yang bocor. Tadi pagi sudah ditemukan titik kebocoran, dan saat ini air di daerah Tanjung Bunga sudah kembali lancar,” katanya.

Meski demikian, warga berharap perbaikan pelayanan tidak hanya dilakukan saat terjadi gangguan, tetapi juga disertai sistem pemberitahuan yang transparan agar masyarakat tidak terus dirugikan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN