Mees Hilgers Dihujani Kritik di Belanda, Gertjan Verbeek Pertanyakan Transfer ke Heerenveen

Mees Hilgers (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Kepindahan Mees Hilgers dari FC Twente ke SC Heerenveen mendapat sorotan tajam dari mantan pelatih Heerenveen, Gertjan Verbeek. Ia bahkan mempertanyakan keputusan klub merekrut bek Timnas Indonesia tersebut.
Mees Hilgers resmi meninggalkan FC Twente dan bergabung dengan SC Heerenveen pada penghujung bursa transfer musim panas 2026.
Bek tengah berusia 25 tahun itu menandatangani kontrak selama dua musim hingga 2028. Dalam kesepakatan tersebut terdapat opsi perpanjangan satu tahun.
Di klub barunya, Hilgers akan mengenakan nomor punggung 2.
Heerenveen menjadi klub kedua Hilgers di Belanda setelah FC Twente. Ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama Twente dengan mencatatkan 132 penampilan di seluruh kompetisi, termasuk 108 pertandingan di Eredivisie.
Namun, transfer tersebut justru memunculkan pertanyaan dari Gertjan Verbeek.
Gertjan Verbeek Heran Heerenveen Merekrut Hilgers
Menurut pemberitaan Voetbal Primeur, Verbeek tidak memahami alasan SC Heerenveen memilih Hilgers.
Pelatih berusia 64 tahun itu menyoroti situasi Hilgers di FC Twente, terutama setelah sang pemain tidak memperpanjang kontraknya dan kemudian tersisih dari skuad utama.
Situasi Hilgers semakin sulit setelah mengalami cedera ACL serius pada November 2025. Cedera tersebut membuatnya tidak bermain satu menit pun di Eredivisie hingga musim berakhir.
Hilgers sebelumnya diperkirakan bakal meninggalkan Twente secara gratis karena kontraknya mendekati akhir. Namun, kontraknya justru diperpanjang akibat sebuah kesalahpahaman.
Setelah itu, Hilgers lebih banyak berlatih bersama tim cadangan Twente sebelum akhirnya mendapatkan jalan keluar dengan bergabung ke Heerenveen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Verbeek mempertanyakan keputusan klub.
Verbeek Singgung Profesionalitas Hilgers
Kritik Verbeek tidak hanya menyangkut kemampuan Hilgers di lapangan. Ia juga mempertanyakan profesionalitas sang pemain dalam situasi yang terjadi bersama Twente.
"Hilgers itu tidak bisa diandalkan. Lihat saja sikap agennya dan cara dia berkomunikasi dengan FC Twente musim lalu. Jika Anda tidak hadir sebagai anggota skuad, bukankah itu berarti Anda tidak bisa diandalkan?" ujar Verbeek kepada Omroep Friesland.
Verbeek bahkan membandingkan situasi Hilgers dengan mantan pemain Heerenveen, Afonso Alves.
"Dia persis seperti Afonso Alves," lanjut Verbeek.
Pernyataan tersebut cukup menarik perhatian karena Verbeek bukan sosok asing bagi Heerenveen. Ia pernah menjadi pelatih klub tersebut selama empat tahun, dari 2004 hingga 2008.
Dengan pengalamannya bersama De Superfriezen, Verbeek bahkan mengaku tidak akan merekrut Hilgers jika dirinya masih menjadi pelatih klub.
Dinilai Tak Sesuai Nilai Heerenveen
Verbeek kemudian mempertanyakan apakah sikap Hilgers sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung SC Heerenveen.
Ia kembali menyoroti ketidakhadiran Hilgers pada awal pramusim bersama Twente sebagai salah satu alasan mengapa dirinya meragukan sang pemain.
"Tidak, dan di era Riemer van der Velde pun tidak akan terjadi. Hal itu tidak sejalan dengan nilai-nilai utama Heerenveen. Pemain yang begitu tidak bisa diandalkan," tegas Verbeek.
Meski memberikan kritik keras, Verbeek tetap mengakui bahwa dirinya mungkin tidak mengetahui seluruh fakta mengenai persoalan Hilgers dan Twente.
Karena itu, ia meminta publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi.
"Saya mungkin juga tidak mengetahui alasan sebenarnya secara utuh. Kita harus berhati-hati dalam membuat asumsi. Namun, menurut saya, jika Anda mendapat kesempatan baru pada awal musim tetapi tidak hadir, berarti ada sesuatu yang sedang terjadi," kata Verbeek.
Mees Hilgers Punya Kesempatan Bangkit
Terlepas dari kritik tersebut, kepindahan ke Heerenveen memberikan Hilgers kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya setelah periode sulit bersama Twente.
Cedera ACL dan minimnya kesempatan bermain membuat Hilgers kehilangan momentum. Kini, tantangannya adalah kembali mendapatkan kepercayaan pelatih dan membuktikan kualitasnya di Eredivisie.
Bagi Timnas Indonesia, performa Hilgers di Heerenveen juga patut dinantikan. Bek kelahiran Amersfoort tersebut diharapkan bisa kembali mendapatkan menit bermain reguler sehingga kondisinya semakin siap ketika mendapat panggilan untuk memperkuat skuad Garuda.
Kritik Verbeek tentu menjadi tekanan tambahan. Namun, jawaban terbaik Hilgers bukanlah melalui pernyataan, melainkan lewat performa konsisten di lapangan bersama SC Heerenveen.
PREVIOUS ARTICLE
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh


























