Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Bangun Jembatan Darurat di Jalan Karo-Langkat, DPRD Desak Pemprov Bertindak

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 16.55 WIB
warga_bangun_jembatan_darurat_di_jalan_karolangkat_dprd_desak_pemprov_bertindak

Kondisi jalan ambruk di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat. (foto: handover/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Karo dan Langkat terancam putus setelah separuh badan jalan di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, amblas akibat erosi.

Situasi itu mendorong warga Desa Telagah dan sekitarnya berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa agar akses kendaraan, khususnya roda empat, tetap dapat dilalui.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Salmon Sumihar Sagala, mendesak Dinas Bina Marga, Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut segera mengambil tindakan dan melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut.

Salmon menjelaskan, badan jalan mulai mengalami penurunan permukaan tanah dan longsor sejak beberapa bulan lalu akibat erosi yang disebabkan aliran air. Kerusakan kini semakin parah sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi kawasan itu.

Menurutnya, kerusakan tersebut berpotensi mengganggu akses transportasi bahkan mengisolasi masyarakat apabila badan jalan benar-benar terputus.

Salmon juga menyebut persoalan itu sebelumnya telah mendapat perhatian pemerintah daerah. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti disebut telah meninjau langsung lokasi untuk melihat kerusakan yang terjadi.

Namun, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan permanen di lokasi tersebut. Sementara itu, masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur itu, termasuk anak-anak sekolah, harus menghadapi akses yang dinilai membahayakan, terutama bagi kendaraan roda empat.

“Ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Langkat. Akses transportasi tidak boleh sampai terputus,” ujar Salmon kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Ia mengatakan, belum adanya penanganan permanen membuat warga Desa Telagah dan sekitarnya mengambil inisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya dengan memanfaatkan batang pohon kelapa.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat itu menilai langkah tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus menjadi upaya mempertahankan akses transportasi dan aktivitas sehari-hari.

“Kami mengapresiasi warga Desa Telagah dan sekitarnya atas kepedulian dan semangat kemanusiaan yang terus mereka tunjukkan. Mereka telah bersatu dalam upaya bersama memperbaiki bagian jalan yang terdampak longsor demi mencegah kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut,” katanya.

Meski demikian, Salmon menegaskan jembatan darurat itu hanya menjadi solusi sementara. Menurutnya, BMBKCK Sumut tetap perlu segera melakukan perbaikan permanen, termasuk memperkuat struktur jalan dan menangani sumber erosi guna mencegah longsor susulan.

“Kami mengharapkan respons cepat dari Dinas BMBKCK Sumut untuk menangani bagian jalan yang ambles tersebut termasuk memperkuat struktur dan mencegah longsor susulan akibat erosi air agar akses jalan Karo-Langkat dapat kembali berfungsi normal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu hingga badan jalan benar-benar putus dan masyarakat terisolasi sebelum melakukan penanganan.

“Sudah saatnya dilakukan pembangunan dan pemeliharaan rutin tahunan, mengingat belum pernah ada perbaikan atau perawatan yang memadai sejak jalan provinsi ini pertama kali dibangun,” tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN