Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Toba Jadi Pelopor Vaksin ASF, Pemprovsu Tinjau Peternakan yang Selamat dari Demam Babi Afrika

Mistar.idSenin, 22 Juni 2026 pukul 21.09 WIB
toba_jadi_pelopor_vaksin_asf_pemprovsu_tinjau_peternakan_yang_selamat_dari_demam_babi_afrika

Kunjungan pihak Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprovsu ke peternakan babi, warga Toba. (Foto: Dokumen Janriko/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (22/6/2026) - Kabupaten Toba mendapat kunjungan Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) karena telah mengaplikasikan vaksin ASF untuk mengendalikan penyakit pada ternak babi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, membenarkan bahwa Kabupaten Toba mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian dan Ketapang Pemprovsu beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan karena salah satu peternak di Toba, atas arahan pihaknya, telah menggunakan vaksin ASF pada ternak babinya.

Janriko menjelaskan, pihak Pemprovsu turun langsung ke peternakan milik Aprilin Marbun di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, yang berhasil menyelamatkan ternak babinya yang terserang virus ASF dengan menggunakan vaksin ASF. Ia menyebut Toba menjadi salah satu daerah pertama di kawasan Danau Toba yang menerapkan vaksin tersebut.

“Saat itu pihak Pemprovsu mengapresiasi serta memotivasi dengan memberikan semangat kepada Aprilin agar tidak pernah kendor menjalankan biosekuriti dalam mengembangkan peternakannya,” ujar Janriko.

Untuk itu, lanjutnya, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Toba akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprovsu untuk menindaklanjuti ke kementerian agar ada bantuan vaksin ASF dari pemerintah bagi Kabupaten Toba.

“Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Toba akan terus berkoordinasi dengan Pemprovsu untuk mengupayakan bantuan vaksin ASF dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Sebelumnya, peternak babi di Kabupaten Toba mengeluhkan penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang kembali menyerang ternak mereka. Tingkat kematian akibat virus tersebut bahkan disebut mencapai 100 persen pada ternak yang terinfeksi, sementara ketersediaan vaksin masih terbatas.

Salah seorang peternak babi di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, April Marbun, mengatakan serangan virus ASF mulai terjadi sejak 2024 dan telah menyebabkan ratusan ekor ternaknya mati. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.

April mengaku sempat kebingungan menghadapi kematian ternaknya yang terus bertambah. Ia kemudian berkonsultasi dengan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, untuk menanyakan kemungkinan adanya bantuan vaksin dari pemerintah. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN