Bupati Toba Siapkan Vaksin ASF untuk Cegah Kematian Ternak Babi

Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Toba meninjau peternakan babi di Desa Sitoluama yang telah menggunakan vaksin ASF. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Untuk mengatasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) dan Classical Swine Fever (CSF) pada ternak babi di Kabupaten Toba, Bupati Toba, Effendi Napitupulu, mengeluarkan surat edaran sejak 24 April 2026.
Effendi mengatakan terdapat sejumlah poin dalam surat edaran tersebut untuk menekan masuk dan penyebaran virus di wilayah Toba sebelum vaksin tersedia secara luas. Salah satunya melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Toba.
Dinas Perhubungan berperan melakukan patroli dan pengawasan secara intensif terhadap lalu lintas ternak babi dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Toba melalui pemeriksaan klinis. Sementara itu, Dinas Pertanian melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk memberikan edukasi terkait virus ASF.
"Selanjutnya, pihak desa, lurah, dan kecamatan dapat memberikan informasi serta edukasi kepada peternak, pedagang, dan penjual daging babi mengenai penanganan awal virus ASF di Kabupaten Toba sebelum vaksin tersedia," ujar Effendi.
Baca Juga: Virus ASF Melanda Toba, Kematian Ternak Babi Capai 100 Persen, Peternak Harap Bantuan Vaksin
Dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus, Bupati Toba juga berjanji membantu peternak melalui penyediaan vaksin ASF guna mengurangi kekhawatiran para peternak babi di daerah tersebut.
"Saya telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan langkah awal dalam membantu peternak babi, termasuk pengadaan vaksin ASF," ujar Effendi, Kamis (4/6/2026).
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan Bupati Toba telah mengeluarkan surat edaran sekaligus mengarahkan pengadaan vaksin ASF guna mengatasi keresahan peternak terhadap penyebaran virus tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian akan mengajukan anggaran untuk pengadaan vaksin ASF sehingga tingkat kematian ternak babi dapat ditekan, bahkan diharapkan tidak ada lagi kematian akibat virus tersebut," kata Lena.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara saat ini membutuhkan data populasi ternak babi dari 11 kabupaten yang diusulkan menerima bantuan vaksin ASF dan CSF, termasuk Kabupaten Toba.
"Kebetulan salah seorang peternak di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, yakni April Marbun, telah melakukan vaksinasi ASF secara mandiri setelah kami memberikan informasi mengenai jenis vaksin yang dapat digunakan serta tempat memperolehnya. Kemarin kami juga melakukan survei sebagai salah satu sampel yang akan disampaikan kepada pihak kementerian," ujar Janriko.
Menurutnya, apabila bantuan vaksin berasal dari Pemerintah Kabupaten Toba dan pemerintah pusat, maka ketersediaan vaksin ASF akan semakin mencukupi untuk kebutuhan peternak babi di wilayah tersebut.
Namun demikian, vaksin tidak akan langsung dibagikan kepada peternak. Dinas Pertanian akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi terhadap ternak babi secara bertahap guna memantau tingkat efektivitas dan keberhasilannya.
"Bantuan vaksin yang diberikan kepada peternak tidak diserahkan begitu saja. Petugas dinas akan melakukan penyuntikan langsung kepada ternak babi dan dilakukan secara bertahap untuk mengetahui tingkat keberhasilannya," tutur Janriko.
Ia juga mengapresiasi langkah April Marbun yang melakukan vaksinasi ASF secara mandiri. Menurutnya, Kabupaten Toba menjadi salah satu daerah di kawasan Danau Toba yang telah melakukan uji coba vaksin serupa dengan yang direncanakan akan diberikan oleh pemerintah pusat.
"Hasil uji coba tersebut menunjukkan keberhasilan dalam menekan angka kematian ternak babi milik April Marbun," ujarnya.






















