Virus ASF Melanda Toba, Kematian Ternak Babi Capai 100 Persen, Peternak Harap Bantuan Vaksin

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, mengunjungi peternakan milik April Marbun. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Peternak babi di Kabupaten Toba mengeluhkan penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang kembali menyerang ternak mereka. Tingkat kematian akibat virus tersebut bahkan disebut mencapai 100 persen pada ternak yang terinfeksi, sementara vaksin untuk mengatasinya masih terbatas.
Salah seorang peternak babi di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, April Marbun, mengatakan serangan virus ASF mulai terjadi sejak 2024 dan telah menyebabkan ratusan ekor ternak miliknya mati. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.
April mengaku sempat kebingungan menghadapi kematian ternaknya yang terus bertambah. Ia kemudian berkonsultasi dengan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, untuk menanyakan kemungkinan adanya bantuan vaksin dari pemerintah.
“Syukurlah, meski hingga saat ini belum ada bantuan vaksin ASF dari dinas, Pak Janriko memberikan informasi untuk membeli vaksin melalui importir yang ada di Bogor,” ujar April, Rabu (3/6/2026).
Atas saran tersebut, ia kemudian membeli vaksin ASF AVAC sebanyak lima vial untuk tahap awal. Menurutnya, harga vaksin tergolong mahal, yakni Rp1,1 juta per vial. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp6,6 juta, termasuk ongkos kirim dan pajak.
“Ternyata vaksin yang saya beli dengan harga cukup tinggi membuahkan hasil. Dari 180 ekor ternak babi yang divaksin, hanya sekitar 20 ekor yang mati,” katanya.
Serangan virus ASF yang melanda peternakan babi di Kabupaten Toba kini juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Upaya penanganan dan pengendalian penyakit tersebut disebut telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Janriko Pasaribu, mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pertanian agar penanganan dapat segera dilakukan, termasuk kemungkinan pemberian bantuan vaksin bagi peternak.
“Saat ini kami sedang melakukan pendataan populasi ternak babi di Kabupaten Toba agar data yang disampaikan ke kementerian akurat dan penyaluran bantuan vaksin nantinya tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Janriko, jenis vaksin yang kemungkinan akan diberikan pemerintah sama dengan yang digunakan April Marbun. Karena itu, pihaknya turun langsung ke lokasi peternakan untuk melihat efektivitas vaksin tersebut.
“Melihat keberhasilan vaksin yang digunakan Pak April, bukan tidak mungkin selain bantuan dari kementerian, pemerintah daerah juga akan mengusulkan anggaran pembelian vaksin melalui APBD Kabupaten Toba,” tuturnya.



















