Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

36 Huntap untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapteng Mulai Dibangun

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 20.17 WIB
36_huntap_untuk_korban_banjir_dan_longsor_di_tapteng_mulai_dibangun

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu dan Uskup Keuskupan Sibolga, Uskup Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Huntap di Kecamatan Badiri. (foto:feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Sebanyak 36 unit hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 2025 lalu mulai dibangun untuk warga Desa Lubuk Ampolu dan Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, Caritas Indonesia, dan Keuskupan Sibolga.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking), Rabu (3/6/2026).

Pembangunan huntap ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Lubuk Ampolu dan Pagaran Honas yang terdampak bencana untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan permanen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek huntap dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi di kawasan Hamente, Desa Lubuk Ampolu, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025.

Setiap unit hunian dirancang kokoh dan nyaman dengan luas bangunan 5 x 7 meter serta masih memungkinkan untuk dikembangkan di masa mendatang.

Konstruksi rumah menggunakan material berkualitas, di antaranya rangka baja ringan, dinding bata ringan setebal 7,5 sentimeter, kusen aluminium, penutup atap Sakura Mix, serta lembaran zicalume antikarat.

Selain itu, setiap unit huntap yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp60 juta tersebut juga dilengkapi fasilitas sanitasi dan jamban yang layak.

Pembangunan huntap ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. Secara teknis, pengerjaan struktur fisik satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari hingga tahap penyelesaian akhir.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga dalam membangun huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian kemanusiaan dan kekuatan iman," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung sepenuhnya agar pembangunan huntap yang digagas Caritas Indonesia tersebut berjalan lancar.

Masinton juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat bencana.

"Proyek ini menjadi langkah nyata pemulihan kehidupan masyarakat menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera," tuturnya.

Ahmad Saufi Pasaribu yang didampingi Kepala Desa Lubuk Ampolu, Fijeama Telaumbanua, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan huntap di wilayah mereka.

"Perhatian ini sangat berarti bagi warga kami yang kehilangan tempat tinggal. Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin," kata Ahmad Saufi.

Perwakilan warga penerima manfaat, Andrianus Laoli, turut mengungkapkan harapan dan kebahagiaan mereka karena impian untuk memiliki tempat tinggal yang layak akhirnya terwujud.

"Kami berharap pemerintah terus mendampingi dan membina 36 kepala keluarga ini agar dapat hidup mandiri dan sejahtera ke depannya," ungkapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN